Headline.co.id, Jakarta ~ 23 Agustus 2026 — Menteri Pariwisata, Putri Wardhana, menegaskan bahwa kegiatan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah kembali normal setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Pemantauan dari Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menunjukkan bahwa Taman Nasional Komodo tetap beroperasi seperti biasa, dan pelayaran menuju kawasan tersebut berjalan normal.
Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo juga berfungsi sesuai jadwal penerbangan. “Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan, namun kami mengingatkan agar keselamatan tetap diutamakan dan wisatawan mengikuti arahan otoritas terkait karena gempa susulan masih terjadi,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Sejumlah destinasi wisata di Manggarai Barat, seperti Gua Rangko dan Desa Wisata Compang Liang Ndara, telah kembali beroperasi normal, sementara Desa Wisata Wae Lolos tetap menerima kunjungan.
BPOLBF terus memantau kondisi fasilitas publik, termasuk hotel, restoran, dan destinasi wisata di Labuan Bajo dan Flores. Layanan informasi juga disediakan untuk menjawab pertanyaan wisatawan mengenai keamanan destinasi pascagempa. Wisatawan dari berbagai negara seperti Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda telah mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi destinasi. “Informasi yang cepat dan akurat sangat penting untuk menjaga keselamatan wisatawan dan mencegah kekhawatiran yang tidak perlu,” tambah Menpar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Konektivitas di Labuan Bajo berjalan normal, dengan Bandara Internasional Komodo dan pelabuhan tetap beroperasi. Menpar menekankan pentingnya membedakan kondisi Labuan Bajo dengan wilayah lain di Flores yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut. “Wisatawan yang melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo ke daerah lain di Flores harus memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi destinasi,” jelas Menpar. Hingga 22 Agustus 2026, beberapa jalur darat utama di Flores telah kembali berfungsi, meski sebagian masih dalam penanganan.
Menpar mengingatkan agar wisatawan tetap waspada terhadap gempa susulan dan menggunakan informasi resmi pemerintah sebagai panduan. “Aktivitas pariwisata harus tetap berjalan tanpa mengurangi kewaspadaan. Keselamatan wisatawan, pekerja pariwisata, dan masyarakat harus selalu diutamakan,” tegas Menpar. Pemulihan pariwisata di Labuan Bajo diharapkan dapat mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, sementara perhatian dan dukungan tetap diberikan kepada wilayah Flores yang masih dalam masa pemulihan. Kementerian Pariwisata melalui BPOLBF akan terus berkoordinasi lintas sektoral untuk memastikan informasi yang akurat selama proses pemulihan pascagempa.




















