Headline.co.id, Jakarta ~ Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri meluncurkan program inovatif bernama AEROSAFER Pangan, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui dukungan operasi udara. Program ini dirancang untuk membantu wilayah-wilayah prioritas yang memiliki keterbatasan akses darat, dengan mengintegrasikan berbagai kemampuan pemantauan udara dan koordinasi lintas instansi. Kombes Pol. Heri Setianto, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Kasubdit Fasharkan Ditpoludara Korpolairud, menggagas program ini sebagai bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan 66 Tahun 2026.
AEROSAFER Pangan memanfaatkan pesawat udara Polri dan sistem AERO Support Board untuk menyediakan informasi pemantauan udara yang dapat digunakan dalam koordinasi, pelaporan, dan pengambilan keputusan yang cepat dan terukur. Kombes Pol. Heri Setianto menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan sistem pengawasan dan respons cepat terhadap ancaman seperti kebakaran hutan, bencana alam, dan hambatan distribusi.
Program ini juga mendorong penyusunan standar operasional prosedur untuk permintaan dukungan udara, sehingga pengerahan pesawat dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan keselamatan penerbangan. Ditpoludara Korpolairud akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, dan pihak terkait lainnya untuk menciptakan sistem dukungan udara yang terpadu dan berkelanjutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus adalah Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, yang memiliki potensi pertanian besar namun menghadapi tantangan akses dan ancaman kebakaran hutan. Melalui pemantauan udara, kondisi pertanian dapat diketahui lebih cepat dan menyeluruh, sehingga langkah penanganan dapat segera diambil. Pengembangan AEROSAFER Pangan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan tim, penyusunan SOP, hingga uji coba di wilayah prioritas. Dengan kolaborasi lintas instansi, program ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan produksi dan keamanan pangan di Indonesia.















