Headline.co.id, Badan Meteorologi ~ Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan dinamika yang tinggi. Hingga saat ini, BMKG mencatat sebanyak 4.256 gempa susulan telah terjadi di wilayah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh BMKG pada Kamis, 20 Agustus 2026, menandakan bahwa wilayah ini masih berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa gempa susulan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang terjadi setelah gempa utama. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah NTT dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujar Dwikorita. Ia menambahkan bahwa meskipun intensitas gempa susulan cenderung menurun, namun potensi gempa dengan kekuatan signifikan masih ada.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi terkait gempa bumi. Dwikorita menekankan pentingnya mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya seperti BMKG. “Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi kemungkinan dampak dari gempa susulan yang masih terjadi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mempersiapkan diri dengan baik menghadapi situasi darurat.






