Headline.co.id, Labuan Bajo ~ 20 Agustus 2026 – Kepolisian Republik Indonesia memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Pada Kamis (20/8/2026), Polri melaksanakan kegiatan konseling dan trauma healing bagi korban gempa di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolsek Komodo, Ipda Adhar, S.H., bersama Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah, Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M.
Dua korban yang menerima pendampingan adalah Martina Nina (76) dan Margareta Mandarin (5), warga Kampung Sambi Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Martina mengalami patah tulang belakang, sementara Margareta mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Keduanya sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Dampek ke RSUD Pratama Komodo menggunakan helikopter BNPB pada Rabu (19/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan konseling dan trauma healing untuk membantu mengurangi dampak psikologis yang dialami korban. Pendampingan dilakukan dengan memberikan penguatan, membangun rasa aman dan nyaman, serta memotivasi korban dan keluarga agar tetap semangat menghadapi situasi pascabencana. Ipda Adhar menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moril dan psikologis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ipda Putri Agustina menjelaskan bahwa trauma healing ini bertujuan membantu korban, terutama anak-anak, dalam mengelola rasa takut dan trauma setelah bencana. “Kami berharap dukungan ini dapat membantu proses pemulihan psikologis korban secara bertahap,” ungkapnya. Selain konseling, tim juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.15 Wita dan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.






