Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan bantuan kepada murid dan guru yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini diberikan sebagai respons cepat terhadap bencana yang terjadi pada awal Agustus 2026, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur pendidikan dan mengganggu proses belajar mengajar.
Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah, bahan ajar, dan kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung kelangsungan pendidikan di wilayah terdampak. Selain itu, Kemendikdasmen juga menyediakan dukungan psikososial bagi para siswa dan guru untuk membantu mereka pulih dari trauma akibat gempa. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pendidikan tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Ahmad Zainuddin.
Proses distribusi bantuan dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah yang paling parah terdampak gempa. Tim dari Kemendikdasmen bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang membutuhkan. Selain itu, Kemendikdasmen juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan kebutuhan bantuan di lapangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, Kemendikdasmen berencana untuk terus memantau kondisi pendidikan di NTT dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna memulihkan infrastruktur yang rusak. “Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban para siswa dan guru serta memotivasi mereka untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajar,” tambah Dr. Ahmad Zainuddin. Dengan upaya ini, diharapkan proses pendidikan di NTT dapat kembali normal secepat mungkin.


















