Headline.co.id, Aktivitas Fisik Yang Rutin Menjadi Elemen Penting Dalam Menjaga Kesehatan Remaja ~ baik dari segi pertumbuhan, kebugaran, kesehatan mental, hingga pencegahan penyakit tidak menular. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 1 dari 4 orang dewasa dan 3 dari 4 remaja usia 11-17 tahun tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang direkomendasikan. Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 juga menunjukkan bahwa 33,5% masyarakat Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik.
Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik di kalangan remaja, Departemen Fisiologi dan Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM meluncurkan program “Be Active Be Healthy”. Program ini ditujukan bagi guru SMA/SMK di Kabupaten Sleman dan berlangsung di Laboratorium Praktikum Terpadu FK-KMK UGM. Sebanyak 35 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai sekolah di Sleman mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusiasme.
Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE., Asisten Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan peserta didik. “Saya berharap sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah dalam mengembangkan program promosi kesehatan berbasis bukti ilmiah semakin kuat ke depannya,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes., dosen dari Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi guru serta warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik secara berkelanjutan. “Budaya hidup aktif dapat menjadi bagian dari keseharian semua masyarakat sekolah, baik siswa maupun guru,” katanya. Melalui interaksi dan diskusi aktif, diharapkan para guru PJOK tidak hanya mendapatkan pengetahuan tambahan, tetapi juga keterampilan untuk mengimplementasikan program ini secara berkelanjutan.
Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, ketua pelaksana kegiatan pelatihan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama FK-KMK UGM dan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman. Tujuannya adalah memperkuat peran sekolah dalam membangun budaya hidup aktif dan sehat di kalangan remaja. “Kita memperkenalkan rekomendasi aktivitas fisik bagi remaja berdasarkan pedoman internasional serta strategi implementasinya di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Dr. dr. Rahmaningsih Mara Sabirin, M.Sc., dosen Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, menambahkan bahwa remaja sebaiknya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang memadai, serta pengelolaan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini penting sebagai bekal menuju kehidupan yang produktif di masa depan.


















