Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan pentingnya peran Pelayanan Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Sistem Aplikasi Pelaporan dan Pengaduan (SAPA) dalam upaya pencegahan kekerasan di masyarakat. Kedua program ini dianggap sebagai kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Hal ini disampaikan dalam sebuah acara yang diadakan pada Senin, 10 Agustus 2026.
PATBM merupakan inisiatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya pencegahan kekerasan. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat agar mampu mendeteksi dan mencegah kekerasan di lingkungan sekitar. Sementara itu, SAPA adalah sistem aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan dan mengadukan kasus kekerasan yang terjadi. Dengan adanya SAPA, diharapkan penanganan kasus kekerasan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Dalam acara tersebut, perwakilan KemenPPPA menekankan bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan kedua program ini. “Keterlibatan aktif masyarakat dalam PATBM dan penggunaan SAPA secara optimal adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua,” ujar perwakilan tersebut. Selain itu, KemenPPPA juga berencana untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pelatihan terkait kedua program ini agar lebih banyak masyarakat yang terlibat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
KemenPPPA berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat implementasi PATBM dan SAPA di seluruh Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka kekerasan di masyarakat dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan bebas dari kekerasan.


















