Headline.co.id, Jakarta ~ The Odyssey, film terbaru karya Christopher Nolan, mulai tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026. Film bergenre myth action epic tersebut mengangkat perjalanan Raja Ithaca, Odysseus, yang berusaha kembali kepada keluarganya setelah berakhirnya Perang Troya. Nolan menghadirkan kisah mitologi Yunani itu melalui produksi berskala besar dengan kapal sungguhan, ribuan pemain figuran, dan pengambilan gambar menggunakan teknologi IMAX.
The Odyssey dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus, sosok pahlawan yang harus menempuh perjalanan berbahaya selama 10 tahun untuk kembali ke Ithaca. Dalam perjalanan tersebut, Odysseus dan para pengikutnya menghadapi badai, monster, murka para dewa, serta berbagai situasi yang memaksa mereka melakukan pengorbanan besar.
The Odyssey juga menampilkan Anne Hathaway sebagai Penelope dan Tom Holland sebagai Telemachus, istri dan putra Odysseus yang menunggu kepulangannya di Ithaca. Film ini turut diperkuat oleh Robert Pattinson, Zendaya, Lupita Nyong’o, Charlize Theron, John Leguizamo, dan Elliot Page.
Meskipun bersumber dari puisi epik berusia hampir 3.000 tahun, Nolan berusaha menyajikan cerita yang dapat dipahami penonton modern. Ia tetap mempertahankan unsur utama karya Homer, tetapi membangun dunia mitologi Yunani dengan pendekatan realistis, emosional, dan spektakuler.
Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada Jumat, 17 Juli 2026. Penonton di Indonesia mendapat kesempatan menyaksikannya dua hari lebih awal, yakni pada Rabu, 15 Juli 2026.
Syuting di Laut Berlangsung dalam Kondisi Ekstrem
Pendekatan realistis Christopher Nolan tidak hanya terlihat melalui penggunaan kapal sungguhan, tetapi juga dari proses pengambilan gambar di tengah kondisi laut sebenarnya. Salah satu pengalaman paling berat terjadi ketika para pemain dan kru menjalani syuting di perairan lepas pantai Skotlandia pada Juli 2025.
Saat itu, kapal yang digunakan dalam produksi menghadapi ombak besar. Nolan sempat mengira kondisi tersebut terlalu berbahaya sehingga proses syuting mungkin harus ditunda. Namun, tim produksi mendapat kepastian bahwa perjalanan masih aman dilakukan, meskipun situasinya tidak akan terasa nyaman.
Sejumlah aktor pendukung kemudian mengalami mabuk laut. Mereka terlihat berpegangan pada pagar kapal sebelum akhirnya muntah akibat guncangan ombak. Nolan justru meminta sinematografer Hoyte van Hoytema tetap merekam kejadian tersebut karena dinilai dapat memperkuat kesan nyata dalam film.
“Maaf, tapi bolehkah kita merekam adegan muntah itu?” kata Nolan mengenang permintaannya kepada Hoyte van Hoytema.
Nolan mengapresiasi para pemain yang tetap bersedia melanjutkan pengambilan gambar di tengah kondisi berat. Menurut dia, pengalaman itu terasa menyiksa, tetapi menghasilkan gambar yang menjadi bagian favoritnya dalam film.
“Saya harus memberikan apresiasi kepada mereka. Mereka berkata, ‘Tentu saja, lanjutkan saja.’ Mereka benar-benar siap menjalaninya. Hari itu terasa luar biasa sekaligus menyiksa, tetapi menghasilkan beberapa gambar favorit saya di film ini,” ujar Nolan.
Identitas para aktor yang mengalami mabuk laut tidak diungkapkan. Nolan hanya menyebut mereka sebagai pemeran pendukung yang terlibat dalam pengambilan gambar di atas kapal.
Matt Damon Ungkap Beratnya Produksi The Odyssey
Matt Damon juga menggambarkan proses syuting The Odyssey sebagai pengalaman yang menuntut ketahanan fisik. Para pemain tidak mendapatkan perlakuan khusus ketika harus bekerja di tengah laut, hujan, angin, dan suhu rendah.
Menurut Damon, seluruh pemain dan kru menghadapi kondisi yang sama. Bahkan, Christopher Nolan tetap berada bersama mereka selama proses pengambilan gambar berlangsung.
“Tidak ada perlakuan khusus. Kalau kamu berada di kapal di tengah lautan dan terjebak badai, kamu akan basah seperti semua orang. Tidak ada yang mendapat minuman hangat yang tidak kamu dapatkan,” kata Matt Damon.
“Semua orang berada di posisi yang sama, termasuk Chris, yang sama-sama kedinginan dan basah sepanjang proses syuting,” lanjutnya.
Pengalaman tersebut sejalan dengan keputusan Nolan menggunakan pendekatan praktis dalam membangun dunia film. Adegan kolosal dibuat dengan kapal sungguhan, pemain figuran dalam jumlah besar, serta efek sinematik yang digunakan untuk menggambarkan suasana Perang Troya dan perjalanan panjang Odysseus.
Film ini juga disebut menjadi karya pertama Nolan yang seluruh adegannya direkam menggunakan teknologi IMAX. Penggunaan format tersebut ditujukan untuk memperkuat skala lanskap, pertempuran, badai, dan makhluk mitologi yang ditemui Odysseus.
Perjalanan Pulang yang Penuh Konflik Emosional
Cerita The Odyssey dimulai setelah pasukan Yunani memenangkan Perang Troya. Odysseus sebelumnya dikenal sebagai tokoh yang berada di balik strategi Kuda Troya, siasat yang membantu pasukan Yunani memasuki dan menaklukkan kota tersebut.
Namun, kemenangan itu bukan akhir perjuangan Odysseus. Dalam perjalanan menuju Ithaca, ia menghadapi murka para dewa, badai misterius, monster, dan berbagai rintangan yang membuat pelayaran pulangnya berlangsung selama 10 tahun.
Odysseus berusaha bertahan agar dapat kembali kepada Penelope dan Telemachus. Pada saat yang sama, kabar tentang dirinya tidak kunjung sampai ke Ithaca sehingga banyak pihak menganggap sang raja telah meninggal dunia.
Ketidakpastian tersebut memunculkan konflik dan perebutan kekuasaan di Ithaca. Penantian keluarga Odysseus menjadi bagian penting dari cerita, bersamaan dengan perjuangan sang raja menghadapi ancaman selama perjalanan pulang.
Film ini tidak hanya menampilkan aksi, peperangan, dan petualangan laut. Nolan juga mengangkat konflik emosional yang dihadapi Odysseus, mulai dari rasa bersalah, kehilangan, pengorbanan, hingga konsekuensi dari keputusan yang diambilnya selama Perang Troya.
Adaptasi dari Puisi Epik Homer
The Odyssey diadaptasi dari puisi epik karya Homer, penyair Yunani Kuno yang diperkirakan hidup sekitar abad ke-8 atau ke-9 sebelum Masehi. Karya tersebut menjadi salah satu teks sastra paling berpengaruh dan telah diadaptasi ke berbagai bentuk selama berabad-abad.
Nolan melihat kisah itu masih memiliki ruang untuk diperkenalkan kembali kepada generasi modern. Ia menilai dunia mitologi Yunani belum sepenuhnya ditampilkan dalam skala besar dengan pendekatan sinematik kontemporer.
Melalui film ini, Nolan berupaya menghormati cerita asli Homer sekaligus menyajikannya dalam bentuk yang lebih dekat dengan penonton masa kini. Perjalanan Odysseus tidak hanya diposisikan sebagai petualangan seorang pahlawan, tetapi juga perjuangan manusia untuk kembali kepada keluarga setelah menghadapi perang dan kehilangan.
Dengan jajaran pemeran ternama, produksi kolosal, teknologi IMAX, serta pengambilan gambar dalam kondisi laut sebenarnya, The Odyssey diproyeksikan menjadi salah satu film berskala besar yang meramaikan bioskop pada 2026. Film tersebut dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 15 Juli 2026.


















