Headline.co.id, Banda Aceh ~ Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memusatkan perhatian pada pencegahan bullying, penanganan stunting, dan penguatan kesiapsiagaan bencana. Program ini dilaksanakan oleh Kelompok Reguler 11 KKN USK Periode XXIX di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, dan dipaparkan kepada aparatur gampong pada Senin (13/7/2026) untuk menyelaraskan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Reguler 11 KKN USK, Ari Maulana, menyatakan bahwa program kerja disusun melalui kolaborasi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas. “Kami ingin program KKN tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu memberikan dampak nyata,” ujar Ari. Program ini mencakup isu kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, lingkungan, dan kebencanaan.
Kelompok KKN Reguler 11, yang terdiri dari mahasiswa bidang hukum, kedokteran, keperawatan, pendidikan, dan kehutanan, telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Program tersebut meliputi sosialisasi pencegahan bullying pada anak, edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), praktik cuci tangan enam langkah, pengenalan tas siaga bencana, Gerakan Administrasi Dokumen Aman (GERADAM), serta kampanye pencegahan pembalakan dan pembakaran hutan.
Mahasiswa KKN USK juga akan memberikan layanan kunjungan rumah atau home visit yang mencakup edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan tanda-tanda vital, dan pemeriksaan kadar glukosa darah. Selain itu, berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembinaan karakter anak akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, pelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kepala Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, menyambut baik program KKN USK karena dinilai selaras dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan anak, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. “Pemerintah gampong siap mendukung dan berkolaborasi agar seluruh program dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok Reguler 11, Muhammad Sayuthi, mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Ia meminta seluruh peserta KKN menjaga komunikasi dengan masyarakat, menghormati adat istiadat setempat, serta melaksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab agar keberadaan mahasiswa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan gampong.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah gampong, dan masyarakat, program KKN USK di Pidie Jaya diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting, perlindungan anak dari bullying, serta peningkatan budaya sadar bencana yang dimulai dari tingkat gampong.
















