Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang publik yang menghormati martabat perempuan dan mendukung kesetaraan gender. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026, di Jakarta. Arifah menekankan pentingnya setiap karya yang dipublikasikan, termasuk lagu dan seni, untuk mengedepankan penghormatan terhadap perempuan, menghindari stereotip gender, dan bebas dari narasi diskriminatif.
Kementerian PPPA menilai bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang, nilai, dan norma sosial. Oleh karena itu, karya seni diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mendorong penghormatan terhadap martabat perempuan, memperkuat kesetaraan gender, serta membangun budaya saling menghormati. “Kementerian PPPA meyakini karya seni dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara,” ujar Arifah.
Peran Strategis Seni dan Budaya
Kemen PPPA menekankan bahwa seni dan budaya tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang efektif. Seni diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap perempuan dan gender, serta menjadi penggerak perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih inklusif.
Dukungan Terhadap Kesetaraan Gender
Kementerian PPPA terus mendorong berbagai pihak untuk mendukung kesetaraan gender melalui berbagai inisiatif. Hal ini termasuk memastikan bahwa ruang publik dan karya seni tidak memperkuat stereotip gender yang merugikan perempuan. Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara bagi semua.
Dengan langkah ini, Kemen PPPA berharap dapat membangun masyarakat yang lebih menghormati martabat perempuan dan mendukung kesetaraan gender, sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan adil bagi semua.















