Headline.co.id, Jakarta ~ Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyatakan optimisme timnya mampu mengejutkan Brasil pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Minggu, 5 Juli 2026, di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat. Optimisme tersebut disampaikan Solbakken meski ia mengakui posisi Brasil sebagai favorit dalam laga brasil vs norwegia kali ini. Keyakinan pelatih asal Norwegia itu tidak lepas dari rekam jejak timnya yang belum pernah kalah dari Brasil, ditambah pengalaman pribadinya sebagai pemain saat Norwegia pernah mengalahkan Brasil pada Piala Dunia 1998. Pemenang laga ini akan melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menantang pemenang duel Inggris melawan Meksiko.
“Brasil tentu saja menjadi favorit, tetapi kami berharap bisa memberikan perlawanan. Kami bermain bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk menang dan melaju ke perempat final,” ujar Solbakken. “Itu mungkin terjadi, tetapi sangat sulit.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Norwegia datang ke New Jersey bukan sekadar untuk tampil sebagai pelengkap, melainkan dengan target realistis merebut kemenangan. Sejumlah fakta brasil vs norwegia turut mendukung optimisme tersebut, salah satunya rekor Norwegia yang tak terkalahkan dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Brasil, dengan koleksi dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Modal Optimisme dari Rekor Tak Terkalahkan
Brasil bahkan tercatat sebagai salah satu dari hanya tiga negara yang pernah dihadapi Brasil di Piala Dunia tanpa pernah mampu meraih satu pun kemenangan. Status ini menjadi salah satu alasan kuat di balik keyakinan Solbakken bahwa timnya memiliki peluang nyata untuk kembali mengulang sejarah, meski harus mengakui secara terbuka bahwa tugas tersebut tidak akan mudah.
Pengalaman Solbakken di Balik Kemenangan Bersejarah 1998
Optimisme Solbakken juga berakar dari pengalaman pribadinya. Pelatih 58 tahun itu merupakan bagian dari skuad Norwegia yang berhasil mengalahkan Brasil 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1998, hasil yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua negara di ajang Piala Dunia. Berbekal pengalaman langsung sebagai pemain yang pernah merasakan kemenangan atas Brasil, Solbakken dinilai memiliki modal berharga untuk menularkan keyakinan yang sama kepada skuad asuhannya saat ini.
Semangat Muda dan Variasi Serangan Jadi Andalan
Di luar faktor rekor dan pengalaman, gaya bermain Norwegia di Piala Dunia 2026 turut menjadi sumber optimisme. Timnas Norwegia tampil dengan semangat bebas dan penuh keceriaan sepanjang turnamen, tercermin dari variasi serangan yang mereka tunjukkan, mulai dari skema bola mati, serangan balik cepat, hingga penguasaan bola saat dibutuhkan. Di sisi sayap kiri, kombinasi Antonio Nusa dan David Moller Wolfe telah beberapa kali merepotkan lawan-lawan mereka, sementara Alexander Sorloth di sisi kanan memberikan opsi tambahan sebagai penyerang kedua di kotak penalti.
Haaland dan Odegaard Jadi Kunci Modal Kejutan
Ketajaman Erling Haaland menjadi salah satu senjata utama Norwegia untuk mewujudkan ambisi Solbakken. Haaland tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026 meski baru pertama kali tampil di turnamen ini, dengan lima gol dari tiga pertandingan dan total 60 gol dari 53 caps bersama timnas Norwegia. Ia juga ditopang Martin Odegaard yang berperan penting dalam membangun serangan dari lini tengah bersama Sander Berge.
Tantangan Berat Tetap Menanti di New Jersey
Meski optimistis, Solbakken juga menyadari bahwa Brasil bukan lawan sembarangan. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, sendiri menanggapi santai berbagai sorotan menjelang laga ini. “Saya seratus persen yakin bukan seorang jenius,” kata Ancelotti. “Saya juga seratus persen yakin bukan orang bodoh.” Pernyataan itu menegaskan bahwa Ancelotti pun tidak memandang remeh kekuatan Norwegia, sekalipun timnya diunggulkan di atas kertas.
Laga brasil vs norwegia dapat disaksikan secara live melalui TVRI Nasional, TVRI Sport, FOX One, Telemundo App, Telemundo Network, dan Peacock di Amerika Serikat, serta ITV1, ITVX, STV, dan STV Player di Inggris, mulai pukul 16.00 waktu setempat atau 03.00 WIB.






