Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi bantuan sosial (bansos) tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kualitas data dan literasi digital masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Monitoring Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten dan kota, yang berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan penyaluran bansos digital yang akurat, aman, dan tepat sasaran. “Kolaborasi ini menjadi fondasi agar penyaluran bansos digital berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP)
Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengembangkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai platform pertukaran data nasional. SPLP mendukung integrasi dan interoperabilitas data antarsistem pemerintahan dan telah digunakan dalam pelaksanaan piloting digitalisasi bansos. “Keberhasilan transformasi digital tidak bisa hanya bergantung pada infrastruktur teknologi,” kata Meutya.
Dari sisi infrastruktur, SPLP telah menunjukkan kesiapan dengan memproses sekitar 162 ribu transaksi selama periode 1 hingga 22 Juni 2026, dengan tingkat keberhasilan layanan mencapai 100 persen. Sistem ini juga mampu menangani lonjakan lebih dari 50 ribu transaksi dalam satu jam.
Pentingnya Edukasi Keamanan Digital
Meutya Hafid mengingatkan bahwa ketangguhan sistem digital harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital. Ia mengimbau pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat agar hanya mengakses layanan pemerintah melalui kanal resmi berdomain .go.id, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan dan pungutan liar yang mengatasnamakan bansos. “Masyarakat harus selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima,” tegasnya.
Menkomdigi berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menjadi fondasi bagi digitalisasi bansos yang akuntabel dan aman, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.



















