Headline.co.id, Yogyakarta ~ 29 Juni 2026 – Leni Ismawati, seorang remaja asal Gunungkidul, berhasil diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan mendapatkan beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen. Leni, yang sejak kecil bercita-cita kuliah di UGM, kini dapat mewujudkan mimpinya meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Leni adalah anak tunggal dari pasangan Bapak Semojo dan Ibu Erni, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak tetap. Erni, yang hanya lulusan SMP, selalu menekankan pentingnya pendidikan kepada Leni agar tidak mengalami penyesalan seperti dirinya. “Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya untuk biaya nanti bisa dicari,” ujar Erni.
Dukungan penuh dari orang tuanya membuat Leni berani mengejar impian. “Ibu sempat berpesan agar jangan takut mengejar mimpi,” kata Leni. Sejak kecil, Leni diajarkan untuk hidup prihatin dan mandiri. Ia terbiasa menabung dari uang sakunya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan belajar mandiri karena keterbatasan ekonomi.
Perjalanan Menuju Kampus Biru
Perjalanan Leni menuju UGM tidaklah mudah. Ia harus tinggal di kos saat bersekolah di SMA 1 Wonosari yang berjarak cukup jauh dari rumah. Tanpa mengikuti bimbingan belajar tambahan, Leni memilih belajar mandiri dan menemukan waktu belajar efektif pada dini hari. Usahanya membuahkan hasil dengan meraih peringkat kedua di sekolahnya.
Ketertarikan Leni pada bidang ekonomi mulai tumbuh sejak SMA, terutama setelah mendalami akuntansi di kelas 12. “Saya merasa bidang ini sangat tepat bagi saya,” ungkapnya. Prestasi akademiknya tidak diragukan lagi, dari SD hingga SMP, Leni rutin meraih peringkat satu dan aktif dalam berbagai kegiatan seperti Rohani Islam (Rohis) dan Palang Merah Remaja (PMR).
Harapan Masa Depan
Leni berharap pendidikan di Akuntansi UGM dapat membuka lebih banyak peluang dan hal-hal baik bagi masa depannya. “Saya belajar untuk mengubah kehidupan saya baik dari segi ekonomi maupun latar belakang pendidikan,” tuturnya. Dengan semangat dan dukungan keluarga, Leni optimis dapat meraih masa depan yang lebih baik.
Kisah Leni menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, asalkan disertai dengan usaha dan kerja keras.





















