Headline.co.id, Batang ~ Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang secara resmi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Batang dengan membentuk Saka Anti-Narkoba. Inisiatif ini diluncurkan pada Jumat (26/6/2026) di Aula Kantor Bupati Batang, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Pramuka dipilih karena kedekatannya dengan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menyebarluaskan edukasi tentang bahaya narkoba.
Majelis Pembimbing Satuan Kerja (Mabi Saka) Anti-Narkoba, Suryanto Padmadi Raharjo, menjelaskan bahwa pelajar SMP dan SMA dilibatkan agar edukasi dapat tersampaikan lebih cepat. “Jika ada pelajar yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, langkah awal adalah rehabilitasi sesuai hasil asesmen,” ujarnya.
Tingkat kerawanan remaja dalam penyalahgunaan narkoba diakui cukup tinggi, dengan penyalahguna yang direhabilitasi didominasi oleh remaja usia 14 hingga 18 tahun. Jenis narkoba yang sering disalahgunakan termasuk heximer dan tramadol.
Ketua Kwarcab Batang, Retno Dwi Irianto, menegaskan bahwa anggota Saka Anti-Narkoba harus segera bertindak sebagai agen perubahan. “Setelah dilantik, mereka harus segera bergerak di lapangan untuk membantu BNN memberantas penyalahgunaan narkoba,” katanya. Retno juga menambahkan bahwa Kwarran di setiap kecamatan siap mendukung tugas anggota Saka Anti-Narkoba.
Kerja Sama Strategis
Penandatanganan kerja sama BNN dan Kwarcab Batang dilakukan untuk memperkuat komitmen kedua pihak dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Ketua Saka Anti-Narkoba, Mukti Ali, menekankan pentingnya beberapa Krida, seperti Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi, dan Pemberantasan, untuk mempercepat kerja anggota.
“Mereka bisa menjadi agen BNN dalam sosialisasi bahaya narkoba kepada teman sebaya, sehingga pesan pemberantasan dapat terealisasi sejak dini,” harap Mukti Ali.
Langkah Tindak Lanjut
Wakil Bupati Batang, Suyono, mengimbau seluruh pengurus Saka Anti-Narkoba untuk segera bergerak melakukan langkah pencegahan aktif. “Segera gas pol, untuk mencegah generasi muda Batang dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, anggota Saka Anti-Narkoba harus berkolaborasi dengan BNN dalam pencegahan, sosialisasi, dan penanggulangan, termasuk rehabilitasi, agar tindakan yang dilakukan komprehensif dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.




















