Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang aman dan nyaman bagi anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Forum ini juga menjadi ajang peluncuran Gerakan Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA), yang bertujuan menciptakan lingkungan mendukung bagi tumbuh kembang anak di berbagai sektor.
Gerakan RANA merupakan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Fajar menegaskan bahwa gerakan ini akan diperkuat melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang dimulai awal Juli. MPLS tahun ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga untuk memperkuat karakter dan budaya sekolah yang sehat.
Pelaksanaan MPLS 2026
MPLS 2026 akan berlangsung selama lima hari dan mencakup materi yang relevan dengan tantangan generasi saat ini. Materi tersebut meliputi pembiasaan santun bermedia sosial, penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta pengenalan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 sebagai pedoman resmi pelaksanaan MPLS, memastikan kegiatan ini edukatif, inklusif, dan ramah anak.
Komitmen Melawan Kekerasan
Fajar menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah. “Tidak ada ruang atau toleransi bagi setiap tindakan kekerasan, bullying, baik secara fisik maupun verbal,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa menciptakan ruang aman bagi anak adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kemendikdasmen mengajak seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen perlindungan anak melalui kebijakan yang konsisten dan implementasi nyata. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar tidak ada lagi peristiwa yang mencederai semangat pendidikan sebagai ruang tumbuh yang sehat. Fajar menegaskan bahwa tujuan utama adalah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak Indonesia, tempat di mana mereka merasa aman, nyaman, dan terlindungi.
Dengan penguatan Gerakan RANA dan pelaksanaan MPLS yang ramah anak, pemerintah berharap ekosistem pendidikan Indonesia semakin inklusif dan humanis, serta mampu melindungi setiap anak sebagai investasi utama menuju Indonesia Emas 2045.




















