NEW YORK, HEADLINE.CO.ID ~ Hasil Ekuador vs Jerman dalam laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 menghadirkan kejutan besar. Ekuador berhasil menaklukkan Jerman dengan skor 2-1 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026), sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Kemenangan bersejarah ini diraih setelah La Tri bangkit dari ketertinggalan dan membalikkan keadaan lewat permainan agresif serta disiplin sepanjang pertandingan.
Pada laga Ekuador vs Jerman tersebut, tim asuhan Sebastián Beccacece datang dengan tekanan besar karena hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan sebelumnya. Sementara Jerman sudah memastikan diri lolos sebagai juara Grup E dan datang dengan modal 11 kemenangan beruntun.
Skor Ekuador vs Jerman 2-1 tidak hanya menjaga harapan Amerika Selatan di Piala Dunia 2026, tetapi juga menjadi kemenangan pertama Ekuador atas juara dunia empat kali tersebut sekaligus mengantarkan mereka kembali ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak 2006.
Ekuador Bangkit Setelah Gol Kontroversial Jerman
Jerman langsung mengejutkan Ekuador saat pertandingan baru berjalan dua menit. Leroy Sané sukses mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan situasi lemparan ke dalam dan membawa Die Mannschaft unggul 1-0.
Namun gol tersebut memicu perdebatan. Dalam proses terciptanya gol, gelandang Jerman Aleksandar Pavlovic terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan Pedro Vite. Meski insiden itu ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit tetap mengesahkan gol Sané.
Mantan wasit Bundesliga Manuel Graefe bahkan mengkritik keputusan tersebut.
“Kegagalan menghukum pelanggaran kaki tinggi itu adalah sebuah lelucon,” tulis Graefe melalui akun media sosial X sebagaimana dikutip berbagai laporan pertandingan.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Ekuador tidak kehilangan fokus. Tujuh menit kemudian, tepatnya menit kesembilan, Pedro Vite merebut bola dari Felix Nmecha dan mengirim umpan matang kepada Nilson Angulo.
Pemain muda itu kemudian melepaskan tendangan melengkung kaki kanan yang bersarang di sudut gawang Manuel Neuer untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pedro Vite Jadi Motor Kebangkitan La Tri
Pedro Vite tampil sebagai figur sentral dalam kebangkitan Ekuador. Selain berkontribusi dalam proses gol pertama, gelandang tersebut menjadi pengatur ritme permainan dan sumber kreativitas utama timnya.
Pergerakan tanpa bola, kemampuan merebut penguasaan, serta distribusi umpan yang akurat membuat lini tengah Jerman kesulitan mengembangkan permainan.
Penampilan impresif Vite juga tercermin dari penilaian pemain usai pertandingan. Ia memperoleh rating tertinggi di kubu Ekuador dengan nilai 8,6, diikuti Nilson Angulo dengan 8,4.
Sementara di kubu Jerman, Manuel Neuer hanya mendapatkan nilai 5,8 dan Felix Nmecha menjadi pemain dengan rating terendah yakni 4,8.
Gonzalo Plata Cetak Gol Penentu Kemenangan
Memasuki babak kedua, Ekuador semakin percaya diri dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Meski sempat membuang kesempatan emas, La Tri akhirnya mendapatkan gol kemenangan pada menit ke-77.
Berawal dari situasi bola mati yang dikirim Moisés Caicedo, Kevin Rodríguez menyundul bola ke area berbahaya. Gonzalo Plata yang berada di posisi tepat kemudian menyambar bola dari jarak dekat untuk menaklukkan Neuer.
Gol tersebut memicu selebrasi besar para pemain dan pendukung Ekuador yang memenuhi stadion.
Dengan kemenangan itu, Ekuador mengakhiri fase grup dengan empat poin dan memastikan diri melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Jerman Lolos, tetapi Tinggalkan Banyak Catatan
Meski tetap lolos ke fase gugur sebagai juara Grup E, kekalahan dari Ekuador memunculkan sejumlah pertanyaan terhadap performa tim asuhan Julian Nagelsmann.
Sebelumnya, Jerman tampil meyakinkan dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao dan kemenangan dramatis atas Pantai Gading. Namun saat menghadapi Ekuador, sejumlah kelemahan terlihat jelas, terutama di sektor pertahanan.
Kombinasi lini serang yang dihuni Florian Wirtz, Jamal Musiala, Kai Havertz, dan Leroy Sané juga belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Selain itu, absennya bek Nico Schlotterbeck karena cedera disebut memengaruhi keseimbangan lini belakang Jerman yang beberapa kali kesulitan menghadapi tekanan fisik dan kecepatan pemain Ekuador.
Ekuador Torehkan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Kemenangan atas Jerman menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola Ekuador di ajang Piala Dunia. Setelah gagal mencetak gol dan hanya meraih satu poin dalam dua laga awal, La Tri mampu bangkit di pertandingan penentuan dan menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen.
Keberhasilan menyingkirkan Jerman sekaligus menjadi kemenangan pertama Ekuador atas juara dunia empat kali tersebut. Lebih dari itu, hasil ini mengakhiri penantian 20 tahun mereka untuk kembali tampil di fase gugur sejak Piala Dunia 2006.
Dengan performa yang diperlihatkan oleh Moisés Caicedo, Pedro Vite, Nilson Angulo, dan Gonzalo Plata, Ekuador kini berpotensi menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.





















