NEW JERSEY – Laga Ekuador vs Jerman pada pertandingan terakhir Grup E Piala Dunia 2026 menyajikan drama besar yang melibatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Ekuador atau La Tri terhindar dari ancaman tertinggal setelah wasit membatalkan hadiah penalti untuk Jerman di awal babak kedua. Keputusan tersebut diambil setelah tinjauan VAR menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan pemain Jerman sebelum insiden di kotak penalti terjadi. Hingga momen tersebut, hasil Ekuador vs Jerman masih bertahan imbang 1-1.
Dalam pertandingan Live Ekuador vs Jerman yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB, keputusan VAR menjadi titik penting yang menjaga peluang Ekuador untuk tetap bersaing memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
Jerman sebelumnya tampil agresif dan sempat mendapat kesempatan emas untuk kembali unggul. Namun intervensi VAR membuat momentum tersebut berubah dan memberikan napas tambahan bagi skuad asuhan Sebastian Beccacece.
VAR Ubah Jalannya Pertandingan
Drama terjadi saat babak kedua baru berjalan sekitar 30 detik. Kai Havertz terjatuh di dalam kotak penalti Ekuador setelah mendapat tekanan dari pemain lawan.
Wasit yang berada dekat dengan kejadian langsung menunjuk titik putih dan memberikan penalti kepada Jerman. Para pemain Der Panzer pun bersiap menyambut peluang emas untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Namun sebelum eksekusi dilakukan, tim VAR meminta wasit meninjau ulang proses terjadinya peluang tersebut.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Leroy Sane terhadap pemain Ekuador sebelum bola sampai kepada Havertz. Berdasarkan temuan itu, keputusan penalti dibatalkan dan permainan dilanjutkan tanpa hadiah penalti bagi Jerman.
Keputusan tersebut langsung disambut antusias para pemain Ekuador yang merasa terhindar dari situasi sulit.
Gol Cepat Warnai Babak Pertama
Sebelum drama VAR terjadi, pertandingan sudah berlangsung menarik sejak menit-menit awal.
Jerman membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit. Florian Wirtz mengirimkan umpan yang berhasil dimanfaatkan Leroy Sane untuk menaklukkan kiper Hernan Galindez.
Gol cepat tersebut membuat Jerman unggul 1-0 dan mengendalikan permainan pada awal laga.
Namun Ekuador menunjukkan respons cepat. Pada menit ke-9, Nilson Angulo mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Manuel Neuer.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi La Tri yang tampil penuh determinasi demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Ekuador Bertahan Disiplin Hadapi Tekanan Der Panzer
Setelah skor menjadi 1-1, Jerman terus meningkatkan intensitas serangan. Kai Havertz, Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Felix Nmecha beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Salah satu kesempatan terbaik hadir pada menit ke-25 ketika Havertz menyundul bola dari dalam kotak penalti. Namun kiper Hernan Galindez tampil sigap untuk mengamankan gawangnya.
Di sisi lain, Ekuador mengandalkan pertahanan disiplin yang dipimpin Willian Pacho dan Piero Hincapie. Kombinasi keduanya mampu meredam sejumlah serangan Jerman yang datang bertubi-tubi.
Kapten Moises Caicedo juga berperan penting menjaga keseimbangan permainan di lini tengah sambil membantu tim melancarkan serangan balik.
Hasil Imbang Jaga Peluang Ekuador
Skor imbang membuat Ekuador tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan di Piala Dunia 2026. Meski menghadapi salah satu tim unggulan turnamen, La Tri mampu menunjukkan perlawanan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebelumnya, pengamat sepak bola asal Solo, Nofi Setiawan, memprediksi Jerman akan menjadi juara Grup E.
“Juara grup sudah pasti Jerman, 9 poin,” ujar Nofi Setiawan kepada TribunWow.com.
Ia juga memperkirakan Ekuador mampu mendampingi Der Panzer ke fase gugur.
“Untuk Ekuador di posisi runner up dengan 6 poin,” tambahnya.
Dengan skor Ekuador vs Jerman yang masih 1-1 dan drama VAR yang membatalkan penalti Der Panzer, persaingan di Grup E Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk disimak. Keputusan teknologi video tersebut terbukti menjadi momen penting yang menjaga harapan La Tri tetap hidup dalam perburuan tiket menuju babak 16 besar.






















