Headline.co.id, Jakarta ~ Drama Video Assistant Referee (VAR) menjadi sorotan utama dalam laga Ekuador vs Jerman pada pertandingan terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Jerman yang sempat mendapat hadiah penalti di awal babak kedua harus gigit jari setelah wasit membatalkan keputusannya usai meninjau tayangan ulang VAR. Momen tersebut terjadi saat skor masih imbang 1-1 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB.
Keputusan VAR dalam duel Ekuador vs Jerman itu memicu perhatian besar karena terjadi pada saat Der Panzer sedang berupaya mencari gol kemenangan. Penalti yang awalnya diberikan setelah Kai Havertz terjatuh di kotak terlarang akhirnya dianulir karena ditemukan pelanggaran lebih dulu yang dilakukan Leroy Sane terhadap pemain Ekuador dalam proses serangan.
Dalam perkembangan hasil Ekuador vs Jerman, skor tetap bertahan 1-1 setelah keputusan tersebut. Situasi ini membuat persaingan di Grup E semakin menarik karena peluang lolos Ekuador ke babak 16 besar masih terbuka.
Penalti Jerman Dianulir Setelah Tinjauan VAR
Insiden kontroversial itu terjadi hanya sekitar 30 detik setelah babak kedua dimulai. Kai Havertz yang menerima bola di area berbahaya terjatuh setelah mendapat kontak dari pemain Ekuador.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan penalti kepada Jerman. Namun sebelum eksekusi dilakukan, tim VAR meminta wasit meninjau kembali rangkaian kejadian yang mengawali serangan tersebut.
Setelah beberapa saat melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, wasit memutuskan membatalkan penalti. Dalam tayangan terlihat Leroy Sane melakukan pelanggaran terhadap pemain Ekuador sebelum bola mengarah kepada Havertz.
Keputusan tersebut langsung disambut lega oleh kubu Ekuador dan membuat pertandingan kembali berjalan dengan skor tetap 1-1.
Gol Cepat Sane Dibalas Angulo
Pertandingan sebenarnya sudah berlangsung menarik sejak menit-menit awal. Jerman membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit.
Florian Wirtz mengirim umpan matang kepada Leroy Sane yang berhasil menyelesaikannya menjadi gol pembuka untuk Der Panzer.
Keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit. Ekuador merespons dengan cepat melalui Nilson Angulo yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti dan gagal dijangkau Manuel Neuer.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan harapan Ekuador untuk meraih hasil positif pada laga penentuan Grup E.
Ekuador Tampil Disiplin Hadapi Dominasi Jerman
Setelah skor kembali imbang, Jerman mendominasi penguasaan bola dan lebih sering mengurung pertahanan lawan. Kai Havertz, Jamal Musiala, hingga Felix Nmecha beberapa kali memperoleh peluang berbahaya.
Salah satu kesempatan terbaik hadir pada menit ke-25 saat Havertz melepaskan sundulan dari dalam kotak penalti. Namun bola masih mampu diamankan dengan baik oleh kiper Hernan Galindez.
Di sisi lain, Ekuador menunjukkan organisasi permainan yang solid. Moises Caicedo dan rekan-rekannya mampu menjaga kedisiplinan lini tengah sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat melalui Enner Valencia dan Gonzalo Plata.
Ketangguhan pertahanan Ekuador membuat Jerman kesulitan mengonversi dominasi permainan menjadi gol tambahan.
Hasil Imbang Jaga Asa Ekuador ke Babak 16 Besar
Skor imbang yang bertahan hingga awal babak kedua menjadi hasil penting bagi Ekuador. Meski belum cukup untuk memastikan kelolosan, tambahan poin membuat peluang mereka menuju fase gugur tetap terbuka.
Sebelumnya, pengamat sepak bola asal Solo, Nofi Setiawan, memprediksi Jerman akan menjadi juara Grup E.
“Juara grup sudah pasti Jerman, 9 poin,” ujar Nofi Setiawan kepada TribunWow.com.
Ia juga menilai Ekuador berpeluang besar mendampingi Jerman ke babak berikutnya.
“Untuk Ekuador di posisi runner up dengan 6 poin,” tambahnya.
Dengan pertandingan yang masih berjalan ketat dan keputusan VAR yang menjadi titik balik penting, laga Ekuador vs Jerman menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada fase grup Piala Dunia 2026. Sementara itu, hasil Ekuador vs Jerman yang masih imbang membuat persaingan menuju babak 16 besar belum sepenuhnya ditentukan hingga peluit akhir dibunyikan.





















