Highlight Berita Kontroversi Pertandingan Turki vs Paraguay:
Headline.co.id, Jakarta ~ Pertandingan Turki vs Paraguay pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan ketat di lapangan, tetapi juga diwarnai kontroversi yang menjadi sorotan publik. Bintang Paraguay, Miguel Almiron, menerima kartu merah langsung pada penghujung babak pertama setelah wasit Ivan Barton melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Keputusan tersebut terjadi saat Paraguay masih unggul 1-0 atas Turki berkat gol cepat Matias Galarza.
Insiden yang melibatkan Miguel Almiron menjadi salah satu momen paling menentukan dalam laga Turki vs Paraguay. Keputusan wasit mengubah jalannya pertandingan karena Paraguay harus melanjutkan laga dengan hanya 10 pemain sejak masa tambahan waktu babak pertama.
Di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Turki setelah kekalahan dari Australia pada pertandingan sebelumnya, kartu merah Almiron membuka peluang baru bagi tim asuhan Vincenzo Montella untuk bangkit pada babak kedua.
VAR Jadi Penentu Kartu Merah Almiron
Kontroversi bermula pada menit 45+3 ketika wasit menghentikan pertandingan setelah menerima informasi dari ruang VAR terkait dugaan pelanggaran perilaku yang dilakukan Miguel Almiron terhadap pemain Turki.
Setelah meninjau tayangan ulang, wasit Ivan Barton memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung kepada pemain yang selama ini menjadi salah satu andalan Paraguay tersebut.
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian karena terjadi ketika Paraguay sedang berusaha mempertahankan keunggulan yang mereka raih sejak awal pertandingan.
Almiron yang menjadi motor permainan Paraguay terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat, sementara rekan-rekannya harus menghadapi tekanan Turki dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Paraguay Kehilangan Pemain Kunci
Kartu merah yang diterima Almiron menjadi pukulan tersendiri bagi Paraguay. Sepanjang babak pertama, tim asuhan Gustavo Alfaro tampil disiplin dan efektif dalam menjalankan strategi mereka.
Setelah unggul melalui gol Matias Galarza pada detik ke-65, Paraguay memilih bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mengancam pertahanan Turki.
Meski tidak mendominasi penguasaan bola, Paraguay beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya yang memaksa kiper Turki, Ugurcan Cakir, bekerja keras mengamankan gawangnya.
Namun kehilangan Almiron berpotensi mengurangi kreativitas dan kemampuan Paraguay dalam membangun serangan pada babak kedua.
Turki Gagal Manfaatkan Dominasi Permainan
Sebelum insiden kartu merah terjadi, Turki sebenarnya lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Arda Guler, Hakan Calhanoglu, dan Yunus Akgun beberapa kali berupaya membongkar pertahanan Paraguay yang tampil sangat disiplin.
Peluang terbaik Turki datang pada menit ke-35 melalui sundulan Mert Muldur yang membentur mistar gawang sebelum mengenai tiang dan keluar lapangan.
Selain itu, Arda Guler juga sempat mendapatkan kesempatan emas di dalam kotak penalti pada menit ke-13. Namun penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar gawang Paraguay.
Dominasi penguasaan bola yang dimiliki Turki belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir.
Keputusan Wasit Jadi Sorotan
Kartu merah Almiron dipastikan menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dari pertandingan Turki vs Paraguay. Penggunaan VAR kembali memainkan peran penting dalam membantu wasit mengambil keputusan pada laga besar Piala Dunia 2026.
Meski demikian, keputusan tersebut memberikan dampak besar terhadap jalannya pertandingan karena Paraguay harus mempertahankan keunggulan dengan hanya 10 pemain.
Sementara itu, Turki mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain demi mengejar ketertinggalan dan menjaga peluang mereka bersaing di Grup D.
Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor Turki vs Paraguay tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Paraguay. Namun, kartu merah Miguel Almiron diperkirakan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi jalannya babak kedua dalam duel yang penuh tensi dan kontroversi ini.





















