Headline.co.id, Bogor ~ Bogor. Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, secara resmi menutup pelatihan operator Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sistem Dakgar untuk tahun anggaran 2026 pada Rabu (29/4/2026). Dalam pernyataannya, Brigjen Pol Faizal menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung optimalisasi sistem penindakan berbasis teknologi.
“Ini adalah kegiatan untuk meningkatkan kemampuan operator ETLE, baik statis, handheld (perangkat genggam), maupun mobile (bergerak). Kegiatan ini akan terus berlanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya. Brigjen Pol Faizal menekankan pentingnya penguatan kemampuan operator sejalan dengan arahan pimpinan Polri yang menekankan penggunaan ETLE sebagai tulang punggung penegakan hukum lalu lintas. Targetnya adalah mencapai 95 persen penindakan pelanggaran dilakukan melalui sistem elektronik.
“Dengan target tersebut, kita harus menyiapkan SDM yang mumpuni, termasuk operator, serta memperkuat sinergi dengan criminal justice system (sistem peradilan pidana) seperti pengadilan dan kejaksaan,” jelasnya. Selain peningkatan kualitas personel, Korlantas juga terus melakukan pembaruan perangkat ETLE agar dapat memberikan bukti penindakan yang akurat dan transparan kepada masyarakat. Pengembangan dilakukan pada seluruh jenis perangkat, baik on-board (terpasang di kendaraan), mobile, handheld, maupun kamera statis.
Brigjen Pol Faizal menegaskan bahwa implementasi ETLE tidak semata-mata untuk penindakan, tetapi juga untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan sistem ini, diharapkan kepatuhan dapat terbentuk tanpa kehadiran langsung petugas di lapangan. “Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran dan kepatuhan. Jika masyarakat tertib, maka angka kecelakaan dan fatalitas pasti akan menurun,” ungkapnya.
Ia juga berharap para peserta pelatihan yang merupakan perwakilan dari berbagai Polda dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Usai mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja di wilayahnya. “Mereka akan menjadi mentor dan instruktur di satuannya, sehingga ilmu yang didapat selama pelatihan ini bisa berkembang lebih luas,” pungkasnya.
Ke depan, Korlantas Polri juga membuka peluang untuk menggelar pelatihan serupa secara terpusat di daerah, guna mempercepat pemerataan kemampuan operator ETLE di seluruh Indonesia.























