Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pendekatan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Jakarta. Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi permasalahan narkotika yang semakin kompleks. “Kami berupaya mengoptimalkan pemberantasan jaringan peredaran gelap serta mendorong penguatan pengawasan terhadap warga negara asing dan pengembangan sistem intelijen guna meningkatkan efektivitas penanganan narkotika,” ungkap Kepala BNN, Senin (13/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Imipas, Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa overkapasitas yang dialami lembaga pemasyarakatan (lapas) masih menjadi tantangan hingga saat ini. Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk pembangunan unit lapas baru dan redistribusi warga binaan untuk mengurangi kepadatan. Selain itu, penguatan integritas petugas dan peningkatan pengawasan juga menjadi fokus untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan berintegritas.
Kepala BNN dan Menteri Imipas menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Upaya ini mencakup aspek pencegahan, penindakan, rehabilitasi, serta pembinaan. Sinergi yang semakin erat diharapkan dapat menghadirkan langkah terpadu dan berkelanjutan antar-instansi, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan, serta perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika.
Pertemuan Kepala BNN RI dan Menteri Imipas menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan sinergi dalam upaya P4GN melalui penguatan pembinaan dan pengawasan di lapas dan rumah tahanan (rutan), serta pengawasan terhadap warga negara asing dalam lingkup tugas Kementerian Imipas.





















