Headline.co.id, Bangunan ~ Asbes, meskipun sering digunakan dalam konstruksi karena sifatnya yang tahan panas dan api, dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan serius. Paparan asbes, terutama yang sudah rusak, dapat menyebabkan penyakit berbahaya, terutama pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari penggunaan asbes yang sudah rusak.
Asbes adalah mineral yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan, seperti atap. Namun, ketika asbes hancur, ia menghasilkan serat atau debu halus yang mudah terhirup. Serat ini dapat mengendap di organ tubuh, terutama paru-paru, dan menyebabkan kerusakan. Berikut adalah beberapa bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh asbes, sebagaimana dilansir dari alodokter:
1. Asbestosis
Asbestosis adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh akumulasi serat asbes yang terhirup selama bertahun-tahun. Serat asbes yang terperangkap di paru-paru menyebabkan pembentukan jaringan parut (fibrosis), membuat paru-paru menjadi kaku dan tidak elastis. Hal ini mengakibatkan kesulitan bernapas dan bahkan gagal napas.
2. Kanker Paru-paru
Paparan asbes dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker paru-paru. Risiko ini meningkat berkali lipat jika seseorang juga merokok. Serat asbes yang tertanam di jaringan paru dapat memicu perubahan sel normal menjadi sel kanker. Gejala awal sering tidak jelas, tetapi bisa berupa batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri dada, penurunan berat badan, hingga batuk darah.
3. Mesotelioma
Mesotelioma adalah kanker langka dan agresif yang menyerang mesothelium, selaput yang melapisi organ dalam tubuh. Hampir semua kasus mesotelioma berhubungan dengan paparan asbes, bahkan pada paparan singkat atau dosis kecil. Penyakit ini berkembang selama puluhan tahun dan biasanya baru terdiagnosis pada stadium akhir, dengan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah, atau perut membesar jika mengenai peritoneum.
4. Iritasi Saluran Napas
Serat asbes yang terhirup juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Gejala yang muncul meliputi batuk kronis, produksi dahak berlebih, nyeri dada, dan sesak napas, terutama saat beraktivitas. Pada anak-anak dan lansia, kondisi ini dapat memperburuk infeksi atau gangguan pernapasan yang sudah ada.
5. Risiko pada Sistem Tubuh Lain
Bahaya asbes tidak hanya terbatas pada paru-paru. Meski jarang, serat asbes juga bisa tertelan secara tidak sengaja, menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan serta kanker usus. Selain itu, paparan asbes jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker di laring (pita suara) dan ovarium.






















