Headline.co.id, Surabaya ~ Meskipun menghadapi tantangan global sepanjang Maret 2026, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang positif. Agus Firmansyah, Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan RI, menyampaikan hal ini dalam keterangannya pada Rabu (8/4/2026). Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi akibat volatilitas global, fundamental pasar domestik tetap kuat dengan peningkatan jumlah investor dan aktivitas penghimpunan dana yang positif.
Sepanjang Maret 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia bertambah signifikan dengan 1,78 juta investor baru. Secara kumulatif, jumlah investor mencapai 24,74 juta, meningkat 21,51 persen secara tahun berjalan (ytd). Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal nasional tetap terjaga.
Di sektor pengelolaan investasi, kinerja juga tetap solid. Nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp1.084,10 triliun, tumbuh 3,97 persen ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,02 persen ytd, didukung oleh minat investor yang tinggi dengan net subscription mencapai Rp29,12 triliun.
Pasar modal terus berperan sebagai sumber pembiayaan yang optimal. Hingga Maret 2026, nilai fundraising oleh korporasi mencapai Rp51,96 triliun, terdiri dari satu IPO saham dan puluhan penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk. Pipeline penawaran umum juga cukup besar dengan 53 rencana emisi senilai Rp25,79 triliun.
Instrumen alternatif seperti securities crowdfunding (SCF) juga menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang Maret 2026, terdapat tambahan 14 efek baru dan tiga penerbit baru, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp1,90 triliun secara kumulatif.
Inovasi sektor keuangan berkembang melalui pasar derivatif dan Bursa Karbon. Sejak awal 2025 hingga Maret 2026, 113 pihak memperoleh persetujuan prinsip untuk terlibat di pasar derivatif, dengan aktivitas transaksi yang meningkat. Bursa Karbon Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna jasa menjadi 153 entitas, dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp93,71 miliar.
Agus menegaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga integritas pasar untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. “Di tengah tantangan global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang baik dan terus menjadi pilar penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional,” ujarnya. (MC Prov Jatim /jal-hjr/eyv)




















