Headline.co.id, Surabaya ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pada awal 2026. Berbagai program edukasi telah dilaksanakan secara intensif, baik melalui pertemuan langsung maupun platform digital. Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menyatakan bahwa dari 1 Januari hingga 27 Maret 2026, OJK telah mengadakan 1.002 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti oleh 1.915.983 peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, platform digital Sikapi Uangmu juga dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana literasi keuangan. Sebanyak 98 konten edukasi telah dipublikasikan melalui minisite dan aplikasi, dengan total 885.813 penonton. “Pemanfaatan kanal digital menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat secara lebih efektif dan efisien,” ujar Agus.
OJK juga mengembangkan Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) yang telah digunakan oleh 4.114 pengguna. Hingga periode tersebut, tercatat 3.464 kali akses modul pembelajaran serta 2.420 sertifikat kelulusan yang telah diterbitkan. Dalam skala yang lebih luas, program GENCARKAN menunjukkan capaian signifikan dengan 8.107 kegiatan yang menjangkau 36,2 juta peserta di seluruh Indonesia dari Januari hingga Maret 2026. Program ini terdiri dari 4.833 kegiatan edukasi keuangan secara langsung dan 3.274 konten edukasi digital.
Program GENCARKAN telah menjangkau 325 kabupaten/kota atau sekitar 63,23 persen dari total wilayah di Indonesia, menunjukkan pemerataan akses edukasi keuangan yang semakin luas. Selain edukasi masyarakat, OJK juga memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan. Salah satunya melalui kegiatan Capacity Building Edukasi dan Literasi Keuangan Duta se-Indonesia (OJK Peduli Cerdas) Seri #3 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Rayakan Lebaran Bersuka Cita, Tanpa Drama Keuangan Setelahnya”, yang diikuti oleh 477 duta literasi keuangan secara virtual pada 10 Maret 2026.
Di sisi lain, penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga terus dilakukan. OJK menyelenggarakan Workshop Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) pada 3 Maret 2026 yang diikuti oleh 650 peserta perwakilan TPAKD dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sertifikasi dan capacity building TPAKD Tahun 2026, sekaligus mendukung implementasi Misi ke-4 dalam Roadmap TPAKD 2026–2030, khususnya dalam meningkatkan pemahaman sektor jasa keuangan dan pencegahan investasi ilegal.
Agus menegaskan, OJK akan terus memperluas jangkauan literasi keuangan sebagai fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas finansial serta mendukung stabilitas sektor jasa keuangan nasional. (MC Prov Jatim /jal-hjr/eyv)




















