Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi generasi bangsa secara berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia. “Dengan produksi yang meningkat dan cadangan yang kuat, kita pastikan stok pangan aman untuk mendukung kebutuhan besar program MBG,” ujar Mentan pada Rabu (8/4/2026).
Kementerian Pertanian menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan MBG melalui penguatan produksi, distribusi, dan stabilisasi pasokan pangan nasional. Mentan menekankan bahwa MBG bukan hanya sekadar program bantuan pangan, tetapi merupakan langkah strategis pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi rakyat. “Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi besar untuk masa depan bangsa. Dampaknya luas, dari perbaikan gizi hingga menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya.
Mentan menjelaskan bahwa besarnya jumlah penerima manfaat menjadikan MBG memiliki efek berganda yang signifikan terhadap sektor pertanian dan UMKM. “Puluhan juta penerima manfaat akan mendorong produksi beras, ayam, telur, hingga sayuran secara masif. Ini akan menghidupkan ekonomi desa,” kata Mentan. Ia juga menegaskan bahwa kesiapan program ini didukung oleh kondisi produksi dan cadangan pangan nasional yang kuat, dengan cadangan beras nasional mencapai sekitar 4,5 juta ton, salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk memastikan kelancaran program, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut meliputi menjamin ketersediaan bahan baku pangan, memperkuat distribusi ke dapur-dapur MBG, menjaga stabilitas harga, dan mendorong keterlibatan petani serta pelaku usaha lokal. “Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama agar program ini berjalan optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mentan Amran menekankan bahwa MBG merupakan solusi konkret untuk menekan angka stunting dan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia nasional. “Kalau anak-anak kita sehat dan cukup gizi, maka ke depan mereka akan menjadi generasi yang kuat. Ini fondasi menuju Indonesia maju,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keadilan dalam ekosistem usaha, khususnya pelaku usaha besar dan kecil. “Yang besar jangan menekan yang kecil. UMKM harus dibina dan diperkuat. Ini program rakyat, manfaatnya harus dirasakan bersama,” tambahnya.
Kementerian Pertanian optimistis bahwa dengan dukungan lintas sektor, peningkatan produksi, serta cadangan beras nasional yang kuat, MBG akan berjalan berkelanjutan dan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

















