Headline.co.id, Perang Yang Terjadi Di Iran Telah Mengakibatkan Terputusnya Jalur Distribusi Logistik ~ memicu krisis energi global yang diperkirakan lebih parah dibandingkan krisis energi tahun 1970. Dampak dari krisis ini sangat terasa di beberapa negara Asia, di mana beberapa negara telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sementara pemerintah menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan. Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D., Kepala Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) Fakultas Teknik UGM, menyatakan bahwa pemerintah mengambil langkah berani dengan menahan kenaikan harga melalui subsidi. Di Filipina, masyarakat beralih ke alternatif mobilitas seperti berjalan kaki, sementara antrean panjang terlihat di SPBU India dan Bangladesh.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan efisiensi energi dengan memberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta. Agus menekankan pentingnya pengembangan energi alternatif sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan. Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, menjadi konsumen energi terbesar dan penyumbang emisi karbon yang signifikan. Meskipun Indonesia merupakan eksportir nikel dan batubara, sumber daya ini terbatas dan tidak dapat diandalkan selamanya.
Agus menjelaskan bahwa krisis energi bukanlah hal baru dalam geopolitik, dan perang sering kali berkaitan dengan perebutan sumber energi. Dunia berencana menekan produksi emisi, sehingga penting untuk beralih ke sumber energi alternatif. Beberapa contoh energi baru terbarukan yang dikembangkan di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung di Waduk Cirata, Jawa Barat. PLTS apung lebih efisien karena memiliki sistem pendingin alami dari air, dan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep ini karena wilayahnya yang didominasi laut.
Menurut Agus, transisi energi memerlukan upaya struktural yang melibatkan semua pihak, termasuk akademisi yang berperan dalam mendiseminasi hasil riset dan meningkatkan kesadaran publik. “Selain penelitian, mereka berperan besar dalam mengedukasi dan meningkatkan kesadaran publik,” tutupnya.





















