Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa selama Maret 2026, terjadi 26 bencana di berbagai wilayah Aceh. Total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp14 miliar. Pemerintah Aceh bersama pemangku kepentingan lainnya terus berupaya memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di masa depan.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menyatakan bahwa bencana yang terjadi selama Maret berdampak pada 21 kepala keluarga (KK) atau 75 jiwa yang tersebar di 31 kecamatan dan 36 desa. Selain itu, 26 orang dilaporkan sempat mengungsi, dan 41 rumah mengalami kerusakan akibat berbagai bencana tersebut.
Bahron menjelaskan bahwa kebakaran permukiman merupakan jenis bencana yang paling sering terjadi selama periode tersebut. “Sebanyak 12 kejadian kebakaran pemukiman telah mengakibatkan 22 rumah terdampak dengan perkiraan kerugian mencapai Rp7 miliar,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026). Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi sebanyak lima kali, dengan luas area terdampak sekitar 12,5 hektare dan kerugian diperkirakan mencapai Rp6 miliar.
Bahron menegaskan pentingnya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan dan menghindari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. “Kami mengimbau masyarakat agar menjaga alam dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hutan memiliki fungsi penting sebagai resapan air yang dapat mencegah banjir, longsor, dan kebakaran hutan,” kata Bahron.
Ia menambahkan bahwa BPBA bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan di tingkat komunitas. Menurutnya, penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan semua pihak agar risiko bencana dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat. “BPBA bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Aceh akan terus meningkatkan upaya mitigasi bencana, sehingga jumlah kejadian dan dampak bencana dapat terus menurun dari tahun ke tahun,” ujarnya.





















