Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat cadangan pangan dalam negeri untuk menghadapi ancaman kemarau akibat fenomena El Nino. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi El Nino tahun ini dengan memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Deputi Astawa, langkah mitigasi dampak El Nino sangat penting menjelang musim kemarau mendatang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan bahwa El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia, terutama di wilayah selatan garis ekuator, mulai awal Mei. Wilayah yang diprediksi terdampak lain Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus dilakukan bersamaan dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri secara bulanan. Melalui Perum Bulog, penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri dilakukan secara intensif. “Kami terus memperkuat stok CPP, tidak hanya beras, tetapi juga jagung pakan dan minyak goreng,” jelas Deputi Astawa.
Lebih lanjut, Deputi Astawa menyatakan bahwa pemerintah berupaya menambah stok jagung pakan dan minyak goreng sebagai modal ketersediaan pangan untuk menghadapi musim kemarau. “Dengan langkah ini, diharapkan ketersediaan pangan dapat terjaga,” ucap Deputi Astawa.
Per 2 April, stok CPP mencakup beras sebanyak 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 121 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, serta daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.





















