Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan surveilans dan pelaporan rutin dari lapangan serta pengujian sampel di laboratorium untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 varian BA.3.2 atau dikenal sebagai Cicada di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, pada Kamis (2/4/2026).
Varian COVID-19 Cicada telah terdeteksi di sekitar 20 negara dan setidaknya 25 negara bagian di Amerika Serikat. Meski demikian, situasi saat ini masih terkendali dan berisiko rendah, sehingga tidak ada tindakan khusus pengetatan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan. Namun, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta memakai masker jika sakit atau berada di keramaian.
Menurut informasi dari surkarkes.kemkes.go.id, influenza dan COVID-19 dipantau secara rutin melalui sentinel-sentinel fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan di pintu masuk negara. Pemantauan ini bertujuan untuk memonitor kasus dan karakteristik virus serta gejala keparahannya.






















