Headline.co.id, Batu ~ Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Drone Aerial yang merupakan bagian dari Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahun 2026. Acara penutupan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, dan LPK Pusat Pelatihan Drone Training Center, yang diadakan di Sasana Anglocita Tama, Kecamatan Depok, Sleman, pada Senin (30/3/2026).
Pelatihan intensif ini ditujukan bagi warga pemegang kartu jaminan sosial (KKM/KKRM) sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi melalui penguasaan teknologi. Selama 12 hari, 16 peserta mengikuti pelatihan dengan kurikulum yang menitikberatkan pada aspek praktis sebesar 80 persen dan teori 20 persen. Materi yang diajarkan meliputi pengenalan perangkat, regulasi penerbangan, hingga teknik pengambilan gambar udara di lokasi ikonik seperti Stadion Tridadi dan Embung Tambakboyo.
Panewu atau Camat Depok, Djoko Muljanto, menjelaskan bahwa pemilihan pelatihan drone bukan tanpa alasan. Di era digital saat ini, keterampilan mengoperasikan pesawat nirawak memiliki peluang pasar yang luas, mulai dari industri kreatif, pemetaan, hingga dokumentasi profesional. Program ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi warga penerima manfaat untuk bertransformasi menjadi tenaga kerja ahli yang adaptif. “Kami berharap pelatihan ini dapat membuka peluang kerja baru bagi para peserta,” ujar Djoko Muljanto di hadapan para peserta.
Selain keterampilan teknis menerbangkan drone, peserta juga dibekali dengan paket lengkap keterampilan pendukung. Mereka mendapatkan materi pengolahan video menggunakan aplikasi CapCut, desain grafis dengan Canva, hingga teknik berbicara di depan publik (public speaking) sebagai modal menjadi kreator konten profesional. Selain itu, aspek pemasaran melalui platform afiliasi juga diperkenalkan untuk memaksimalkan potensi pendapatan dari karya yang dihasilkan.
Djoko Muljanto menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini agar tidak berhenti pada seremoni penutupan saja. Ia mendorong adanya forum diskusi berkelanjutan dan pendampingan pascapelatihan guna memastikan setiap peserta benar-benar mampu mengomersialkan keahlian baru mereka di dunia kerja nyata. “Kami akan terus mendukung dan memantau perkembangan para peserta setelah pelatihan ini,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)





















