Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi pendorong utama dalam transformasi sektor peternakan nasional. Pemerintah mendanai secara langsung pengadaan bahan baku pangan, termasuk produk ternak seperti susu, daging, dan telur, yang digunakan di setiap dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui skema MBG. “Program ini akan menciptakan pasar captive dalam skala besar untuk komoditas protein hewani,” ujar Wakil Kepala BGN, Senin (30/3/2026).
Program MBG diproyeksikan akan menciptakan permintaan multi-miliar kilogram untuk susu dan produk peternakan lainnya, yang secara signifikan akan mengubah struktur industri peternakan dan susu di Indonesia. Dari sisi kebutuhan produksi, permintaan MBG setara dengan penambahan sekitar 800.000 sapi perah, 1,6 miliar ayam pedaging, serta lebih dari 70 juta ayam petelur. Skala ini menunjukkan besarnya transformasi yang akan terjadi dalam sektor peternakan nasional. “Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tegas Wakil Kepala BGN.
Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, ada sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Tantangan tersebut meliputi peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan, persoalan distribusi dan disparitas harga antarwilayah, serta isu keamanan pangan. Selain itu, ketergantungan terhadap impor bahan baku pakan dan produk tertentu juga menjadi perhatian, di samping perlunya regenerasi petani dan peningkatan kesejahteraan peternak agar sektor ini tetap berkelanjutan.
Di sisi lain, Wakil Kepala BGN melihat peluang besar dari implementasi MBG, lain dalam menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok peternakan. Menurutnya, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk dukungan riset dan inovasi, penguatan kebijakan, serta kolaborasi pemerintah, industri, dan pelaku usaha peternakan. “Sinergi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini,” tutur Sony Sanjaya.





















