Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia kini menjadi acuan global dalam sektor pangan. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya penghargaan internasional atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. “Banyak negara, seperti Jepang, Kanada, dan Belarus, datang untuk belajar dari kita. Ini menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan,” ujar Menteri Amran pada Kamis (26/3/2026).
Meskipun demikian, Menteri Amran mengingatkan bahwa krisis pangan tetap menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu stabilitas negara. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada impor tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan politik. “Impor satu juta ton beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor,” tegasnya.
Menteri Amran juga menyoroti pentingnya kerja keras dalam mencapai kesuksesan. “Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis. Kita harus bersatu dan bekerja nyata,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk program hemat energi dan hilirisasi komoditas unggulan. Hilirisasi kelapa, misalnya, memiliki potensi nilai ekonomi mencapai Rp5.000 triliun, sementara komoditas lain seperti gambir juga memiliki potensi hilirisasi hingga Rp5.000 triliun.
Selain itu, Indonesia saat ini telah menguasai pasar global minyak kelapa sawit (CPO), menjadikannya sebagai pemain utama dalam industri tersebut. Menurut Amran, hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu memimpin dalam sektor pangan dan agribisnis dunia. Dalam momen bersejarah, Indonesia juga berhasil mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina, yang disebutnya sebagai ekspor pertama dalam sejarah ke wilayah tersebut.























