Headline.co.id, Jakarta ~ Kiwirok, Papua Pegunungan — Pada momen Idul Fitri yang biasanya diwarnai dengan kebersamaan keluarga, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif di Kiwirok, Papua Pegunungan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman, seperti anak-anak bersekolah dan warga beraktivitas ekonomi. Pada Sabtu (21/3/2026), di tengah perayaan yang hangat di berbagai daerah, kondisi di Kiwirok berbeda. Rasa aman belum sepenuhnya hadir secara otomatis bagi masyarakat setempat.
Bagi warga Kiwirok, ketenangan adalah kebutuhan mendasar. Orang tua berharap anak-anak mereka dapat belajar tanpa rasa takut, pedagang kecil ingin membuka lapak dengan tenang, dan keluarga lainnya ingin menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ancaman. Dalam konteks ini, peran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 lebih dari sekadar simbol kehadiran negara. Aparat menjalankan tugas dengan pendekatan terukur, mengutamakan pengamanan wilayah, penegakan hukum yang konsisten, dan memastikan setiap langkah berada dalam koridor yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa upaya aparat tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. “Upaya yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman, penuh kebersamaan, dan saling melindungi satu sama lain. Stabilitas yang dibangun bukan hanya soal situasi yang kondusif, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat dapat tumbuh dan terjaga,” ujar Irjen Faizal.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga perlindungan masyarakat. Kehadiran aparat di sejumlah titik mulai memberikan ruang bagi warga untuk kembali beraktivitas. Anak-anak perlahan kembali berani bersekolah, interaksi sosial mulai pulih, dan aktivitas ekonomi kecil kembali bergerak. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa pendekatan di lapangan mengedepankan keseimbangan penegakan hukum dan pendekatan humanis. “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Melalui pendekatan yang humanis, kami berupaya membangun komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, serta memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan perlindungan dan manfaat nyata,” jelasnya.
Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Aparat berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membangun kepercayaan. Hal ini penting karena stabilitas jangka panjang tidak hanya dibangun melalui kekuatan, tetapi juga melalui hubungan yang sehat negara dan masyarakat. Upaya menjaga keamanan di wilayah dengan tantangan kompleks seperti Kiwirok bukanlah pekerjaan instan. Dibutuhkan waktu, konsistensi, serta arah kebijakan yang berkelanjutan agar stabilitas dapat terwujud secara menyeluruh.
Di tengah tugas tersebut, para personel tetap menjalankan pengabdian jauh dari keluarga, termasuk di momen hari raya. Namun, lebih dari itu, upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan setiap warga, di mana pun berada, dapat merasakan rasa aman yang layak. Pada akhirnya, ketenangan bukan sekadar kondisi yang terkendali, melainkan tentang bagaimana harapan masyarakat dapat terus dijaga hari demi hari, melalui kerja nyata yang konsisten dan berlandaskan nilai kemanusiaan.





















