Headline.co.id, Jakarta ~ Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, untuk menghadapi libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026. Pengawasan ini dilakukan pada 16–18 Maret 2026 guna memastikan operasional penerbangan sesuai dengan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Asri Santosa, menyatakan bahwa Bandara Kualanamu memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di Sumatra Utara. “Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh penyelenggara jasa penerbangan menjalankan operasional sesuai ketentuan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima , Kamis (19/3/2026).
Dalam kegiatan ini, inspektur kelaikudaraan Ditjen Hubud melakukan ramp inspection atau inspeksi keselamatan pesawat secara intensif. Sebanyak 40 pemeriksaan pesawat dilakukan selama tiga hari, mencakup verifikasi dokumen pesawat, pemeriksaan kondisi teknis dan kelaikudaraan, kesiapan operasional penerbangan, kelengkapan peralatan keselamatan, dan validitas lisensi awak pesawat. Langkah ini bertujuan memastikan setiap pesawat yang beroperasi memenuhi standar keselamatan serta memberikan jaminan keamanan bagi penumpang.
Data dari Posko Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Kualanamu mencatat 509 penerbangan, meningkat 1,2 persen dari tahun sebelumnya, dan 5.517 penumpang, yang relatif stabil dengan penurunan 1,1 persen. Sementara itu, kargo mengalami penurunan 28,1 persen. Meski terjadi penurunan pada kargo, tingginya jumlah penumpang menunjukkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi menjelang arus mudik Lebaran. “Rute domestik menuju Sumatera Utara melalui Kualanamu tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang kampung,” jelas Asri.
Untuk memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026, Ditjen Hubud juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, AirNav Indonesia, Imigrasi, operator bandara, serta maskapai penerbangan. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman selama periode puncak mudik.
Secara umum, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu masih berlangsung dengan baik dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus Angkutan Lebaran 2026.




















