Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan kesiapan infrastruktur nasional dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Menko AHY menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan persiapan intensif selama satu bulan terakhir untuk memastikan jalur transportasi darat, laut, dan udara dapat digunakan dengan aman dan lancar oleh masyarakat. Fokus utama pemerintah adalah memastikan kondisi jalan yang menjadi jalur utama pemudik dalam keadaan baik.
Menko AHY menjelaskan bahwa pemerintah, melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, telah melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, terutama di jalur utama dan jalan arteri. Selain itu, langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan juga telah dilakukan. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, pemerintah telah mengidentifikasi berbagai risiko seperti banjir, banjir rob, dan kerusakan infrastruktur akibat hujan deras.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan unit khusus penanganan darurat atau Disaster Relief Unit (DRU) yang siap bergerak cepat apabila terjadi kerusakan pada fasilitas atau infrastruktur akibat bencana. Unit ini bertugas melakukan perbaikan darurat agar jalur transportasi dapat kembali digunakan secepat mungkin. Di samping itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan seluruh moda transportasi selama periode mudik Lebaran, termasuk layanan kereta api, kapal laut, dan penerbangan.
Lebih lanjut, pemerintah telah memetakan potensi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret dan kembali meningkat pada 28-29 Maret. Untuk mengurangi kepadatan perjalanan dalam waktu bersamaan, pemerintah kembali menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi sejumlah instansi dan perusahaan.
Kebijakan tersebut berupa Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) yang memungkinkan pekerja tetap menjalankan tugas tanpa harus berada di kantor. Menurut Menko AHY, kebijakan ini terbukti efektif dalam mengurai kepadatan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang sebelumnya, termasuk saat mudik Lebaran tahun lalu maupun masa libur Natal dan Tahun Baru. Ia berharap berbagai langkah persiapan tersebut dapat memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar, sekaligus meminimalisir potensi gangguan di jalur transportasi selama periode Lebaran.





















