Headline.co.id, Batang ~ Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan penjelasan terkait isu kekurangan guru di Kabupaten Batang yang mencapai 1.000 orang. Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada jumlah guru, melainkan pada distribusi dan manajemen penempatan yang belum merata. Dengan total sekitar 82.000 siswa dan 5.000 guru aktif, rasio guru dan murid di Batang adalah 1 banding 17, yang sebenarnya lebih baik dari rasio ideal 1 banding 20.
Bupati Faiz menegaskan bahwa isu ini lebih kepada manajerial penempatan guru. Beberapa sekolah memiliki kelebihan guru, sementara yang lain kekurangan. Namun, memindahkan guru tidak semudah yang dibayangkan karena status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membatasi fleksibilitas tersebut. “Ini hanya soal manajerial pembagian guru dan penempatannya di sekolah. Nah, itu yang masih terhalang regulasi, sehingga PPPK tidak bisa dengan mudah dipindah,” jelas Faiz.
Bupati juga menekankan bahwa tidak ada rencana untuk merekrut guru baru, sehingga tidak akan ada pembengkakan anggaran. Fokus pemerintah daerah adalah menata ulang penempatan guru yang ada. “Tidak ada rekrutmen baru. Jadi masih menggunakan anggaran yang lama. Ini murni soal manajerial, bukan persoalan kekurangan guru,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan langkah taktis untuk mengatasi kekosongan guru di beberapa sekolah. Skema mutasi antar sekolah terdekat akan menjadi solusi utama. “Kami akan melakukan mutasi guru-guru dari sekolah terdekat untuk membantu sekolah yang masih kekurangan guru,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan, sambil menunggu regulasi pusat yang lebih fleksibel di masa depan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)





















