Selain isu geopolitik dan ekonomi, civitas akademika Universitas Alma Ata turut menyoroti kebijakan nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kampus tersebut mendorong evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan MBG agar lebih tepat sasaran dan efektif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendekatan intervensi gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.
Universitas Alma Ata juga mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berlandaskan prinsip kebersamaan dan partisipasi masyarakat desa.
Di sisi lain, Universitas Islam Indonesia (UII) juga menyampaikan pernyataan sikap terkait praktik berbangsa dan bernegara yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Rektor UII, Fathul Wahid, menyatakan keprihatinan atas sikap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam merespons serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
“Serangan tersebut melanggar prinsip kedaulatan negara dalam hukum internasional dan bertentangan dengan amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” ujarnya dalam pernyataan resmi kampus.
UII juga mendesak pemerintah untuk mengundurkan diri dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang disebut berpotensi mereduksi prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Selain itu, kampus tersebut meminta pemerintah membatalkan perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat apabila terbukti melemahkan posisi tawar Indonesia dalam hubungan perdagangan internasional.
UII juga menyoroti sejumlah isu domestik, seperti kriminalisasi aktivis, pelaksanaan proyek strategis nasional yang dinilai harus menghormati hak masyarakat, serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya lebih akuntabel dan berbasis data.
Ketiga perguruan tinggi tersebut menegaskan bahwa pernyataan sikap yang disampaikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi bangsa.





















