Headline.co.id, Raja Ampat ~ Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C di Kabupaten Raja Ampat telah mencapai sekitar 92 persen dan diharapkan selesai sebelum serah terima. Direktur RSUD Kabupaten Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitela, menyampaikan hal ini kepada Media Center Raja Ampat saat meninjau perkembangan pembangunan pada Jumat (6/3/2026).
Meidi menjelaskan bahwa pembangunan RSUD ini sudah memasuki tahap akhir. Rumah sakit tersebut dirancang dengan konsep pelayanan kesehatan yang nyaman bagi pasien, dengan lingkungan hijau dan suasana menenangkan. Ia berharap fasilitas ini dapat segera berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan kuratif bagi masyarakat Raja Ampat.
“Rumah sakit ini kami harapkan dapat diresmikan pada bulan Mei sesuai rencana. Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pembangunan ini dapat selesai tepat waktu sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Raja Ampat,” ujar Meidi.
Ia menambahkan bahwa RSUD Tipe C ini akan dilengkapi dengan tenaga medis profesional untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal. “Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya menghadirkan fasilitas yang baik, tetapi juga didukung tenaga medis yang profesional sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, penanggung jawab proyek pembangunan rumah sakit, Andika, yang bertindak sebagai Kuasa Kerja Sama Operasi (KSO), menyatakan bahwa secara teknis pekerjaan konstruksi hampir selesai dan hanya menyisakan tahap perapihan. “Untuk progres sampai hari ini kurang lebih sudah mencapai 92 persen. Kondisi yang terlihat masih berantakan ini sebenarnya hanya proses pembersihan dan perapihan saja,” jelas Andika.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan utama seperti waterproofing, pengecatan, hingga pemasangan berbagai fasilitas sudah selesai. “Yang tersisa sekarang adalah pembersihan, pengecatan yang belum dirapikan, serta penyelesaian interior. Untuk interior sendiri rata-rata sudah jadi, tinggal dipasang saja,” katanya.
Beberapa ruang penting, seperti ruang operasi, juga hampir rampung. Dalam satu hingga dua hari ke depan, sebagian besar pekerjaan interior diperkirakan selesai. Setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai, tahap berikutnya adalah commissioning test atau pengujian seluruh sistem instalasi bangunan rumah sakit.
“Pengujian ini meliputi sistem gas medis, fire alarm, sprinkler, hydrant, instalasi air bersih, hingga sistem pembuangan air kotor. Semua akan diuji untuk memastikan berfungsi dengan baik,” ujar Andika. Menurutnya, tahap pengujian diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu sebelum proses serah terima proyek. “Target kami optimistis akhir bulan ini sudah bisa dilakukan serah terima,” tambahnya.
Dalam proses pembangunan tersebut, proyek juga melibatkan ratusan tenaga kerja. Saat pekerjaan berada pada kondisi puncak, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 350 orang. Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan RSUD Raja Ampat, Nahar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah optimistis pembangunan rumah sakit dapat selesai sesuai target sehingga dapat diresmikan pada Mei 2026.
“Kalau melihat progres yang sudah mencapai sekitar 90 persen, kami optimistis pekerjaan fisik dapat selesai pada bulan Maret ini sehingga siap untuk peresmian pada bulan Mei,” kata Nahar. Ia menjelaskan bahwa berbagai instalasi dasar yang menunjang operasional rumah sakit telah terpasang dalam pembangunan gedung, seperti instalasi oksigen medis, sistem air bersih, serta sistem pemadam kebakaran.
“Untuk instalasi dasar seperti oksigen medis, sistem air bersih, hingga sistem pemadam kebakaran sudah termasuk dalam pembangunan fisik gedung,” jelasnya. Sementara itu, peralatan kesehatan utama akan dipenuhi melalui dukungan dari Kementerian Kesehatan. Menurut Nahar, RSUD Raja Ampat direncanakan menjadi rumah sakit rujukan yang mendukung layanan KJSU, yaitu penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, dan urologi.
“Beberapa peralatan penting seperti CT Scan akan merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Selain itu, peralatan untuk penanganan penyakit kanker juga akan disediakan oleh Kemenkes,” ujarnya. Pengadaan alat kesehatan tersebut akan dilakukan setelah pembangunan gedung selesai sepenuhnya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Setelah gedung ini selesai, barulah mereka akan menjadwalkan pengiriman dan pemasangan alat-alat kesehatan,” tambahnya. Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, pemerintah daerah berharap kehadiran RSUD Tipe C Raja Ampat mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih lengkap dan modern di wilayah tersebut.




















