Headline.co.id, Jakarta ~ Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar kampanye imunisasi kejar campak serentak sepanjang Maret 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi balita dari risiko penularan campak. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menyatakan bahwa kampanye ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus campak dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di ibu kota.
Pada sosialisasi Pelaksanaan Catch Up Campaign (Imunisasi Kejar Serentak) DKI Jakarta, Jumat (6/3/2026), Sri Puji Wahyuni menegaskan bahwa campak masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2025, tercatat 11.509 kasus campak terkonfirmasi laboratorium di 349 kabupaten/kota di Indonesia. Di DKI Jakarta sendiri, terdapat 6.930 kasus suspek campak sepanjang 2025, dengan 1.514 kasus di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. “Walaupun secara persentase terlihat kecil, tetapi jika dilihat dari jumlah absolutnya ini cukup besar dan berpotensi menimbulkan kerentanan terhadap penularan campak,” ujarnya.
Sebagian besar kasus campak yang ditemukan di fasilitas kesehatan berasal dari anak-anak dengan status imunisasi yang belum lengkap. Oleh karena itu, program imunisasi kejar campak serentak ini menargetkan anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan melalui kegiatan penjangkauan oleh puskesmas.
Tenaga kesehatan juga diinstruksikan untuk aktif menanyakan status imunisasi anak yang datang ke fasilitas kesehatan. “Jika ditemukan anak yang belum lengkap imunisasinya, maka langsung diberikan imunisasi sesuai ketentuan,” kata Sri Puji Wahyuni. Ia mengakui bahwa pelaksanaan program ini memiliki tantangan tersendiri karena berlangsung pada bulan Ramadan dan mendekati periode mudik Lebaran. Namun, ia optimistis target imunisasi dapat tercapai dengan kerjasama seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. “Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga kesehatan balita di DKI Jakarta,” pungkasnya.




















