Headline.co.id, Batu ~ Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) untuk mempercepat perencanaan pembangunan daerah. Pada hari kedua acara yang berlangsung Rabu (4/2/2026), fokus utama adalah peningkatan daya saing daerah melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, ekonomi bernilai tambah, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Kegiatan ini diadakan di dua lokasi, yaitu Gereja GMIT Imanuel Deaoen untuk Kecamatan Pantai Baru dan Aula Kantor Camat Rote Tengah untuk Kecamatan Rote Tengah. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk membuka acara tersebut bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan dan Sekretaris Daerah Jonas M. Selly.
Musrenbangcam ini merupakan forum perencanaan partisipatif yang memungkinkan pemerintah kecamatan dan masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan prioritas. Usulan ini akan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang tingkat kabupaten sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Camat Pantai Baru Micha Manubulu dan Camat Rote Tengah Ferdinan Sinlaeloe memaparkan program prioritas masing-masing wilayah. Usulan mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, serta perbaikan kualitas pelayanan publik.
Kecamatan Pantai Baru mengusulkan lima program dengan 18 proyek prioritas, sementara Kecamatan Rote Tengah mengajukan tiga program dengan 16 proyek prioritas. Semua ini akan dibahas lebih lanjut pada Musrenbang Kabupaten untuk perencanaan RKPD 2027.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan jaringan kerja dengan pemerintah pusat dan DPR guna memperkuat dukungan terhadap pembangunan daerah. Ia juga memaparkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) atau jobber yang telah dirancang sejak 2008, dengan tahap awal berupa survei lokasi oleh PT Pertamina Patra Niaga dan proses pembersihan lahan.
Menurut Bupati, pembangunan jobber BBM diupayakan masuk dalam kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendukung sektor ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif dari masyarakat, serta memantau aspirasi masyarakat melalui media sosial.
Bupati Paulus Henuk menekankan pentingnya kolaborasi semua unsur masyarakat dalam pembangunan Rote Ndao. “Pembangunan daerah harus dilakukan melalui sinergi pemerintah, gereja, serta tokoh masyarakat dan adat dalam semangat Triangle Pembangunan atau Tiga Batu Tungku. Kita tidak membangun tembok pemisah, yang kita bangun adalah kolaborasi,” ujarnya.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya pemerintahan selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melayani masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan di seluruh wilayah. “Kami memastikan pembangunan Rote Ndao berjalan dengan baik. Sepanjang kita bergandengan tangan, dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan memiliki semangat yang sama, Rote Ndao akan terus maju,” ujarnya.



















