Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi hingga 27 Februari 2026. Program ini dilaksanakan melalui 24.368 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sekitar 58 juta orang. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima hingga mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program MBG berjalan dengan tepat sasaran, aman, dan berkelanjutan. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting dalam pembangunan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Di Jawa Tengah, program ini telah menjangkau sekitar 9,29 juta penerima manfaat dengan dukungan 3.838 SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.
Zulkifli Hasan juga menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam menjamin mutu layanan, mempercepat penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), serta menjaga stabilitas pasokan pangan lokal. Capaian SLHS di Jawa Tengah mencapai 35,03 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 32 persen. “Pemda memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan pangan, standar gizi, serta kelancaran distribusi bahan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program ini,” ujar Menko Pangan.
Pelaksanaan program MBG didukung oleh 28 kementerian dan lembaga sesuai dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025. Program ini juga diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, BUMDes, koperasi nelayan, serta peternak mandiri sebagai pemasok bahan pangan. Namun, pemerintah masih menemukan ketidaksesuaian data penerima manfaat di beberapa daerah, sehingga diperlukan proses pemutakhiran dan validasi lanjutan.
Untuk memperkuat pengawasan dan koordinasi pelaksanaan program secara nasional, pemerintah tengah menyiapkan sistem pemantauan terpadu. “Kementerian Koordinator Bidang Pangan akan membangun Command Center MBG untuk mendukung koordinasi dan pengawasan nasional,” kata Zulkifli Hasan. Pemerintah juga memastikan program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadhan serta masa libur dan cuti bersama dengan penyesuaian mekanisme penyaluran di beberapa wilayah. Di daerah mayoritas berpuasa, penyaluran dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat, sementara sekolah di daerah mayoritas non-muslim tetap menjalankan program secara normal.






















