Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan ke Indogrosir Kota Gorontalo sebagai tanggapan atas banyaknya keluhan masyarakat mengenai kelangkaan dan ketersediaan stok beras serta bahan pokok lainnya. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi nyata di lapangan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyatakan bahwa kunjungan ini adalah bentuk komitmen DPRD dalam merespons cepat keluhan masyarakat. “Kami ingin memastikan secara langsung bahwa stok bahan pokok benar-benar tersedia dan aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Dari hasil pemantauan hari ini, stok dalam kondisi cukup dan harga relatif stabil serta terjangkau,” ujar Ridwan pada Selasa (3/3/2026).
Ridwan menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok agar masyarakat tidak merasa khawatir, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dari hasil monitoring, pihak manajemen Indogrosir memastikan bahwa stok barang dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Hari Raya Lebaran. Ketersediaan beras, minyak goreng, gula, tepung, serta kebutuhan pokok lainnya dipastikan tetap terjaga.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, mengungkapkan bahwa secara umum kondisi stok di Indogrosir masih terkendali dan belum ditemukan indikasi kelangkaan seperti yang dikhawatirkan masyarakat. “Setelah kami lakukan pengecekan langsung, stok beras dan bahan pokok lainnya tersedia dan cukup. Namun kami tetap meminta agar distribusi dijaga dengan baik sehingga tidak terjadi lonjakan harga atau kekosongan barang di pasaran,” ungkap Meyke.
Selain itu, Komisi II juga memantau stabilitas harga. Berdasarkan hasil peninjauan, harga barang-barang di Indogrosir terpantau relatif lebih murah dan masih dalam batas wajar, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, Komisi II mencatat bahwa sebagian besar produk yang tersedia, seperti daging dan ayam, masih didatangkan dari Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi produk lokal Gorontalo di pasar ritel modern masih minim.
Menanggapi hal tersebut, Ridwan Monoarfa juga mendorong agar pihak Indogrosir dapat lebih membuka ruang bagi produk-produk lokal Gorontalo untuk masuk dan dipasarkan, khususnya komoditas beras dalam kemasan 2 kilogram. “Kami berharap produk lokal Gorontalo bisa lebih banyak terserap di ritel modern. Ini penting untuk mendukung petani dan pelaku usaha daerah serta memperkuat perekonomian lokal,” tambahnya.
Komisi II menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap distribusi serta ketersediaan bahan pokok guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. (mcgorontaloprov/ppid)








