Headline.co.id, Bogor ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta meningkatkan pengawasan terhadap makanan takjil di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menyatakan bahwa pengawasan ini dilakukan di sentra-sentra takjil, termasuk di Sentra Takjil Bendungan Hilir.
Jika ditemukan makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin atau pewarna tekstil, BBPOM DKI akan segera mengamankan produk tersebut dan menelusuri rantai distribusinya. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap makanan yang tidak memenuhi standar keamanan,” ujar Sofiyani Chandrawati.
Apabila produsen makanan tersebut berasal dari luar Jakarta, seperti Tangerang atau Bogor, BBPOM DKI akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terkait untuk penanganan lebih lanjut. “Kerja sama dengan UPT di daerah lain sangat penting untuk memastikan keamanan pangan,” tambah Sofiyani.
Berdasarkan data pengawasan tahun 2025, BBPOM DKI telah menguji 147 sampel makanan dari sentra takjil dan ritel modern. Dari jumlah tersebut, enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat, sementara 141 sampel lainnya atau 95,9 persen dinyatakan layak konsumsi. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pengawasan agar masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang aman,” tutup Sofiyani.























