Headline.co.id, Jakarta ~ Khutbah Jumat di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata menekankan pentingnya takwa sebagai fondasi kebaikan dan momentum meningkatkan kualitas ibadah menjelang bulan Ramadhan. Khutbah disampaikan oleh Dosen Pendidikan Agama Islam Dr. Muh. Mustakim, M.Pd.I di lingkungan kampus Universitas Alma Ata. Dalam khutbah tersebut, jamaah diajak memaknai Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki diri karena pahala dilipatgandakan. Pesan ini disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam tidak melewatkan Ramadhan tanpa perubahan spiritual yang berarti.
Dr. Muh. Mustakim mengawali khutbah dengan mengutip pandangan ulama Sayyid Murtadha az-Zabidi al-Husaini dalam kitab Ithafussadatil Muttaqin bi Syarhi Ihya Ulumiddin yang menyatakan bahwa takwa merupakan fondasi dari seluruh kebaikan serta sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat.
“Dan takwa… karena sesungguhnya ia adalah fondasi dari segala kebaikan dan sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat,” demikian kutipan yang disampaikan dalam khutbah.
Selain menekankan konsep takwa, khutbah juga mengingatkan keutamaan bulan Ramadhan melalui hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa amal kebaikan dilipatgandakan selama bulan suci tersebut.
“Maka bertakwalah kalian semua pada bulan Ramadhan, karena sesungguhnya kebaikan-kebaikan dilipatgandakan di dalamnya, demikian pula keburukan-keburukan,” (HR. At-Thabrani).
Khutbah juga menyoroti pentingnya kualitas ibadah puasa. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapatkan nilai spiritual dari puasa jika hanya menahan lapar dan dahaga.
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga,” (HR. An-Nasa’i).
Dalam penyampaiannya, Mustakim mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri. Ia menegaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan kesempatan terbaik untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah serta memperbaiki kualitas amal ibadah.
Pesan tersebut diperkuat dengan kutipan Imam Ibnu Rajab dalam kitab Lathaiful Ma’arif yang menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai waktu meraih keuntungan spiritual.
“Siapa saja yang tidak meraih keuntungan pada bulan (Ramadhan) ini, maka pada kapan lagi ia akan meraih keuntungan? Siapa saja yang tidak mendekat kepada Tuhannya di dalamnya (Ramadhan), maka dalam keadaan jauhnya (selain Ramadhan) itu ia tidak akan memperoleh keuntungan.”
Melalui khutbah ini, jamaah diingatkan agar tidak membiarkan Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan dampak dalam kehidupan. Takwa, peningkatan kualitas ibadah, serta kedekatan kepada Allah menjadi pesan utama yang disampaikan sebagai bekal menghadapi bulan suci.



















