Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan bahwa cakupan imunisasi bagi anak di bawah dua tahun (baduta) pada tahun 2025 telah mencapai 76,9 persen secara nasional. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 70 persen. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya imunisasi dasar lengkap bagi anak usia 12–23 bulan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, menjelaskan bahwa indikator ini diukur berdasarkan persentase anak usia 12–23 bulan yang telah menerima imunisasi dasar lengkap dalam satu tahun di suatu wilayah. Dari total sasaran 4.521.051 anak baduta, sebanyak 3.477.787 anak telah mendapatkan imunisasi lengkap.
Lovely Daisy menambahkan, “Untuk wilayah yang capaiannya di atas 100 persen, ini akan kita cek kembali untuk memastikan akurasi datanya. Validasi tetap diperlukan guna memastikan ketepatan pelaporan dan kesesuaian sasaran serta realisasi di lapangan.” Ia juga menyebutkan bahwa Salatiga menjadi contoh praktik baik dalam penguatan layanan imunisasi rutin.
Sebagai langkah strategis, Kemenkes akan memperkuat pendekatan berbasis ketersediaan stok dan distribusi logistik vaksin di tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kendala pasokan yang menghambat pelayanan imunisasi. Pendekatan tersebut mencakup pemantauan distribusi vaksin, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi lintas sektor guna menjamin setiap anak memperoleh imunisasi lengkap tepat waktu.
“Target kita adalah memastikan pemerataan, agar setiap anak di setiap wilayah mendapatkan perlindungan lengkap tepat waktu,” pungkas Lovely Daisy. Dengan capaian 76,9 persen pada 2025, pemerintah optimistis target nasional dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui strategi pemerataan dan penguatan layanan di wilayah dengan cakupan rendah.























