Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Buleleng ~ Bali, telah memulai proyek penataan Titik Nol Kota Singaraja sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan bersejarah di pusat kota. Proyek ini secara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, yang didampingi oleh Wakil Bupati Gede Supriatna, anggota DPRD, serta Sekretaris Daerah Buleleng pada Jumat, 20 Februari 2026.
Sebelum acara peletakan batu pertama, pekerjaan awal telah berlangsung selama tiga hari, yang meliputi pembongkaran beberapa bangunan dan penataan pohon di sekitar Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja. Bupati Sutjidra menyatakan keyakinannya bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu dalam jangka waktu 4,5 bulan. Proyek ini didanai oleh bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp25 miliar.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp25 miliar dengan pengerjaan selama 4,5 bulan,” jelas Sutjidra.
Bupati Sutjidra mengakui adanya pro dan kontra di masyarakat terkait proyek ini, namun menegaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan untuk mengembalikan nilai historis kawasan yang telah mengalami banyak perubahan. Konsep penataan akan mempertahankan karakter heritage tanpa adanya tembok-tembok tinggi, sehingga kawasan ini lebih terbuka dan ramah bagi masyarakat. Lobi Kantor Bupati juga akan didesain ulang menjadi ruang penerimaan tamu sekaligus tempat masyarakat untuk berdiskusi.
“Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” tambahnya.
Melalui penataan ini, Pemkab Buleleng berharap Titik Nol Singaraja tidak hanya menjadi ruang publik yang representatif, tetapi juga simbol penguatan identitas sejarah dan budaya daerah.




















