Headline.co.id, Kuala Pembuang ~ Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum awal tahun untuk memperkuat tekad dan semangat seluruh jajaran perangkat daerah. Hal ini disampaikan dalam acara penandatanganan perjanjian kinerja kepala perangkat daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada Jumat, 20 Februari 2026. Bupati menegaskan bahwa tahun 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya dan mengingatkan agar tidak ada kemunduran dalam kinerja.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Seruyan Supian, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menyampaikan pesan motivasi kepada peserta yang hadir. “Siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan kemarin termasuk orang yang merugi, dan siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin termasuk orang yang celaka. Pesan ini harus menjadi pegangan kita dalam bekerja dan mengabdi,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja merupakan bagian dari siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden. Dokumen tersebut memuat penugasan program dan kegiatan yang disertai indikator kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan organisasi perangkat daerah. “Perjanjian kinerja ini bukan sekadar dokumen administratif. Di dalamnya ada target, ada indikator, dan ada tanggung jawab yang harus dipenuhi. Ini menjadi dasar bagi kita untuk mengukur sejauh mana program dan kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Evaluasi terhadap pelaksanaan perjanjian kinerja akan dilakukan secara berkala setiap triwulan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana dan target pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal. “Kita akan lakukan evaluasi setiap tiga bulan. Jika ada kendala, segera dicarikan solusi. Jangan menunggu akhir tahun baru kita menyadari ada target yang tidak tercapai,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya inovasi di tengah perkembangan era digitalisasi. Ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk berani melakukan pembaruan dalam metode kerja serta melakukan penyesuaian terhadap regulasi yang dinilai menghambat pelayanan publik. “Era sekarang adalah era digital. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Lakukan inovasi, sederhanakan proses, dan perbaiki regulasi yang menghambat. Semua harus berorientasi pada kemudahan dan kepuasan masyarakat,” katanya.
Selain inovasi, Bupati menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, capaian kinerja tidak bisa diraih oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antarperangkat daerah. “Keberhasilan pembangunan adalah hasil kerja bersama. Tidak ada perangkat daerah yang bisa berdiri sendiri. Kita harus membangun komunikasi dan kerja sama yang solid agar target yang sudah ditetapkan dapat tercapai,” ungkapnya.
Bupati mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar fasilitas atau kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata. “Jabatan itu bukan sekadar simbol atau fasilitas. Jabatan adalah amanah. Kepala perangkat daerah harus mampu menjadi pemimpin yang baik, membangun tim yang solid, serta menjaga reputasi institusi dengan kinerja yang profesional dan berintegritas,” tandasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen perjanjian kinerja oleh para kepala perangkat daerah sebagai simbol komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Seruyan sepanjang tahun 2026. (MC Kab. Seruyan)






















