Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatra, khususnya di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan agar masyarakat dapat segera meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian yang lebih layak, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Yang terpenting masyarakat bisa masuk ke rumah, keluar dari tenda. Kita dorong percepatan pembangunan hunian-hunian sementara di beberapa tempat, agar masyarakat bisa tinggal dengan aman dan layak,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Di Batangtoru, sebanyak 245 unit huntara dibangun dan tersebar dalam 21 blok, diperuntukkan bagi 245 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Untuk mempercepat pekerjaan, sejumlah alat berat seperti excavator, concrete mixer (car mix), dump truck, bulldozer, dan vibro roller dikerahkan. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kecepatan, kualitas, serta keselamatan kerja.
Secara teknis, bangunan huntara menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang kokoh dan cepat dibangun tanpa mengurangi standar mutu konstruksi. Selain unit hunian, kawasan Huntara Batangtoru juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tinggal sementara, seperti mushola, gedung serbaguna, lapangan futsal, ruang komunal, taman bermain anak, toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.
Kementerian PU berkomitmen memastikan hunian sementara tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana. Selain itu, mereka juga berupaya menjaga kelayakan lingkungan dan keberlanjutan pelayanan dasar selama masa transisi menuju hunian tetap.






















