Headline.co.id, Demak ~ Ribuan warga berkumpul di Jalan Sultan Fatah untuk menyaksikan Festival Megengan dan Kirab Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Demak menjelang Ramadan 1447 H, pada Selasa (17/2/2026). Acara ini dipusatkan di depan Masjid Agung Demak dan melibatkan ratusan penampil dari berbagai elemen masyarakat.
Berbagai pertunjukan turut memeriahkan festival ini, termasuk Tari Kolosal Suko-Suko Megengan, Tari Rebana Kota Wali, Parade Museum dan Benda Pusaka, fashion show, Tari Kembul Mumbul, serta Barongan Kusumo Joyo. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahyarini, menjelaskan bahwa Megengan merupakan simbol kearifan leluhur dalam menyambut bulan puasa sekaligus upaya melestarikan tradisi. “Untuk menjaga budaya lokal dan mengangkat pariwisata Kabupaten Demak,” ujar Endah.
Pada perhelatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Demak mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyajian 10.000 sate keong. Endah menjelaskan bahwa sate keong adalah hidangan khas yang telah menjadi tradisi turun-temurun saat Megengan dan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, juga menyampaikan pandangannya bahwa festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ruang seni di daerah. “Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat untuk menghidupkan ruang seni di Kabupaten Demak,” katanya. Ia juga mengimbau pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan selama acara berlangsung serta tidak membuang sampah sembarangan. “Mari sambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan tulus. Jaga kondusivitas dan saling menghormati antarsesama,” tambahnya. (Mc.Demak/Eyv)




















