Headline.co.id, Yogyakarta ~ Universitas Alma Ata melalui Panitia Ramadhan di Kampus bersama Direktorat Aswaja Center (DAC) menggelar rangkaian kegiatan Ramadan yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan karyawan kampus. Program tersebut meliputi Sholat Tarawih bersama, Tadarus Al-Qur’an, simpan, muqaddaman, ramadhan tahfidz, kultum sebelum Salat Tarawih, ceramah setelah Salat Dhuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an serta kegiatan menarik lainnya. Kegiatan dipusatkan di lingkungan kampus sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Rektor Universitas Alma Ata Prof. dr. H. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK, melalui Direktur Aswaja Center Universitas Alma Ata, Dr. Muh. Mustakim, M.Pd.I., menjelaskan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pembinaan karakter insan bertaqwa bagi sivitas akademika.
“Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum pembentukan pribadi berkarakter taqwa. Melalui kegiatan sholat berjamaah, kultum, ceramah, tadarus, dan semaan, tahfidz (menghafal Al-Quran) kami ingin menghadirkan suasana kampus yang religius-modern dalam bingkai ahlussunah wal jama’ah dan ke-indonesiaan,” ujarnya.
Kultum dilaksanakan menjelang Salat Tarawih dengan menghadirkan penceramah para guru besar (profesor) dari para tokoh nasional, kalangan dosen dan tokoh internal kampus. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan akhlak, integritas, etos belajar, serta implementasi nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, ceramah setelah Salat Dhuhur berjamaah menjadi ruang refleksi spiritual di tengah aktivitas perkuliahan dan pekerjaan. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika dan diikuti secara antusias.
Adapun tadarus Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin setiap hari selama Ramadan, dengan sistem pembagian juz secara bergiliran hingga khatam bersama. Kegiatan semaan Al-Qur’an juga digelar sebagai bentuk pendalaman makna serta penguatan kecintaan terhadap kitab suci.
Mahasiswa juga diberikan kesempatan mengikuti kegiatan tahfidz (menghafal Al-Quran) secara intensif dengan target minimal 1 juz selama ramadhan ini.
Selain kegiatan ibadah, panitia juga menyelenggarakan Pentasharufan Zakat sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nilai solidaritas dan keberpihakan sosial yang diajarkan dalam tradisi Aswaja.
Kebersamaan sivitas akademika juga diwujudkan melalui agenda Buka Bersama yang mempererat ukhuwah di lingkungan kampus. Tak hanya itu, Bazaar Ramadan turut digelar untuk mendukung pelaku usaha internal kampus dan UMKM sekitar, sekaligus menghadirkan suasana Ramadan yang semarak dan produktif.
Menurut Dr. Mustakim, keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan karyawan menunjukkan bahwa kultur religius di lingkungan kampus tetap terjaga. Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berlandaskan nilai spiritual.
“Pembinaan melalui Aswaja Center menjadi bagian dari identitas kampus. Kami ingin Ramadan ini memperkuat ukhuwah, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di lingkungan Universitas Alma Ata,” pungkasnya.






















